Entries Tagged 'Misc' ↓
September 5th, 2010 — Misc
Argh… Terus terang saya agak enggan untuk menulis sebuah tulisan tentang ini. Karena, saya pikir pada awalnya, sebaiknya pemikiran saya tentang hal ini harusnya cukup hanya saya saja yang mengerti.
Tapi saya pikir, zaman sekarang, ada baiknya kalau saya sharing tentang apa yang saya pikirkan selama ini mengenai pasangan hidup. Karena anak muda zaman sekarang, apalagi berada pada usia-usia remaja dan baru saja menjadi lebih dewasa seperti saya.. Hahaha, sedang pusing atau lebih tepatnya resah memikirkan hal ini. Hmm.. Apalagi teman dan sahabat saya yang wanita.. Hehehe.
Anyway, tulisan saya ini sama sekali tidak bermaksud membela ataupun menyindir kalangan tertentu. Semuanya hanya murni sekedar ingin berbagi atas apa yang saya pikirkan selama ini..
Tulisan ini juga menjawab beberapa pertanyaan tentang seperti apa keinginan saya dalam memilih pasangan hidup.. Aiiih.. Hahaha.. Mungkin terkesan agak jadul banget nih orang.. Ya gak papa.. I am proud of me. Its me!
Oke. Supaya lebih terstruktur, Kita mulai dengan pertanyaan 5W1H. Hehe..
Pertanyaan ini saya buat seperti dialog antara anda dan saya.. Dari sini, bisa muncul pertanyaan yang akan saya jawab kemudian.. Oke.. Let’s cekidot..
Apa saat ini kamu sudah memiliki pasangan hidup?
Officially belum. Karena memang saya belum pernah untuk berkomitmen dengan seseorang untuk hidup bersama saya.
Pasangan hidup seperti apa yang kamu inginkan?
Hmm.. Yang jelas harus satu agama dengan saya. Itu nomor satu. Karena sebagai pondasi. Selanjutnya, harus satu visi dengan saya, kalau ngobrol nyambung, chemistry nya dapet… Hehehe. Selebihnya, bisa dikompromikan. Hehe..
Nah, memang visi kamu apa ya?
Visi saya sederhana, cuma mau punya keluarga yang bisa bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi keluarga lainnya… Ooh.. So sweet..
Kapan saat yang tepat menurutmu Untuk memilih pasangan hidup?
Saya sih deadlinenya di umur 27 atau 28. Hehe, tapi bisa jadi saya sudah mengikat komitmen sebelum di umur tersebut. So.. Masih sekitar 4 sampai 5 tahun mendatang. Tapi, apapun dapat terjadi bukan? Bisa jadi lebih cepat.. Hehehe
Kenapa kamu tidak pacaran?
Nah ini pertanyaan menarik. Hmm, berikut beberapa alasannya 1)saat ini, saya masih ingin menjaga perasaan dan hati saya. 2)saat ini, saya lebih ingin punya banyak sahabat dekat dibandingkan pacar. Dan menurut saya itu lebih worthed. 3)tanpa pacar menurut saya saat ini masih menjadi pilihan terbaik karena saya lebih bebas dalam segala hal. Karena komitmen saya hanya untuk 1 orang untuk selamanya. Dan jika sudah tiba masanya, saya akan menjaganya dunia akhirat. 4)saat ini mama saya lebih berharga dari pacar. Jadi, saya ingin cinta saya saat ini untuk mama..
Apa yang membuatmu tidak segera memilih pasangan hidup seperti temanmu lainnya?
Sebagai lelaki yang dewasa, (awas jangan muntah bacanya ya..) Memilih dan memutuskan komitmen tentu saja ada konsekuensi logis dibelakangnya. Saya yakin, ada masanya untuk melakukan hal itu. Dan masa itu bukan sekarang.
Apa kamu bisa yakin, tanpa pacaran, kamu bisa memilih pasangan hidup dengan baik?
Bisa dong.. Apalagi kalau dia tadinya sahabat kita.. Hehe.. Yang jelas, saya sangat yakin dengan saya menjaga hati saya, maka pasti Allah akan memberikan yang menjaga hatinya juga.. Lagian, saya lebih percaya mengenali pasangan hidup dari orang-orang terdekatnya. Ya mamanya, papanya, sahabatnya.
Ada pertanyaan lain? Hehehe.. Silahkan kirimkan ke saya.. Kalau bisa saya jawab.. Akan saya jawab.. Hehehe..
Semoga sukses semuanya.. Dalam cita dan cinta..
Posted with WordPress for BlackBerry.
September 4th, 2010 — Misc
September 4th, 2010 — Misc
Ramadhan kali ini sangat special buat saya. Kenapa? Karena di bulan ramadhan ini, adalah ramadhan saya yang pertama di kantor. Terus terang, pada awalnya, saya merasa sangsi untuk bisa memaksimalkan amalan ramadhan kali ini. Namun, kata-kata dari seorang ustadz benar-benar menyemangati saya. Kerja mencari nafkah itu adalah salah satu amal ibadah. Yes… Hehehe.. Berarti ibadah terus dong kita seharian penuh.. Hehehe..
Di kantorku saat menyambut Ramadhan ini unik lo.. Selain sesaat sebelum ramadhan kita mendapatkan ceramah tarhib Ramadhan, pas kita puasa pun, setiap harinya, bada zuhur, pasti kita mendapatkan siraman rohani dari berbagai ustadz.. Meskipun sering kali saya mendengarnya sambil sayup-sayup karena sambil mendengarkan dalam setengah sadar. Hehehe…. Ohya selain itu, uniknya lagi, setiap harinya, kita mendapatkan bingkisan kue dan minuman dalam kemasan. Setiap hari! Ya! Dan pasti bingkisan yang diberikan setiap harinya, tidak habis dalam satu hari. Jadi, setiap hari seperti menimbun makanan untuk dibawa ke rumah pada akhir pekan.. Hehe. Ohya, kita juga dapat sepaket kotak penuh parsel lebaran lo.. Semuanya produk baru dari kantor.
Anyway, bulan Ramadhan kali ini ternyata sama semaraknya saat di kampus. Hampir setiap hari kami berbuka puasa. Padahal, sahabat-sahabatku di kantor banyak yang tidak puasa.. Tapi mereka sungguh menikmatinya.. Ah, indahnya kebersamaan… Seperti biasa, buka puasa bersama dilakukan di banyak tempat. Bagi saya Ramadhan, selain sebagai bulan menempa diri dan beramal sebanyak-banyaknya, juga bulan silaturahmi. Karena, saat inilah, saya bertemu dengan berbagai teman dari berbagai penjuru dunia.. Hehehe.. Saya bertemu mulai dari rekan-rekan sekantor pastinya, teman SD dan SMP, teman SMA, teman kuliah, keluarga besar dari ayah dan ibu, dan teman-teman lainnya… Wah.. Benar-benar bulan silaturahmi
Variasi buka dan sahurpun sangat beragam. Mulai dari gak sahur karena telat bangun, sahur dan buka hanya dengan segelas air putih.. Karena mepet.. Sampai berbuka di restoran mewah pun pernah… Hehehe.. Alhamdulillah.. Semuanya patut disyukuri..
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan yang tinggal sebentar lagi. Semoga kita benar-benar menjadi orang yang bertakwa… Amin..
Mohon maaf lahir dan batin juga… Karena sebentar lagi hari Iedul Fitri akan tiba…
Posted with WordPress for BlackBerry.
September 4th, 2010 — Misc
Training yang didelenggarakan nutrifood untuk membentuk karyawannya menjadi professional sungguh luar biasa. Selama 1 minggu full dalam dua season yang berbeda, benar-benar membuka mata saya tentang dunia bisnis yang sekarang dan nanti akan saya jalani. Dunia industri fast moving consumer goods..
Saya belajar mulai dari tentang dunia makro ekonomi, mikro ekonomi, dasar-dasar akuntansi, mengelola asset-budgeting, penilaian sebuah proyek, managerial accounting, dan abc costing. Selanjutnya, saya juga dajarkan bagaimana mengoperasikan sebuah bisnis, mulai dari forecasting, managing project, operation management. Tak lupa pula dari sisi HR, saya diajarkan bagaimana mengelola SDM, mengatur training-development, menentukan uraian tugas dan tanggungjawab, kompensasi dan benefit. Mantap. Belum lagi dari sisi marketingnya, saya juga diajarkan bagaimana mengatur dan mengelola sebuah brand, mengalokasikan aktifitas ATL, BTL, dan TTL, membaca dan menganalisa rating serta alokasi media massa, menganalisa hasil marketing research. Trus, ada lagi.. Kita juga diajarkan tentang PR, bagaimana bertemu klien, saat press conference.. Wah seru banget. Dan kerennya lagi, kita diajarin bagaimana supaya bisa berfikir secara strategic dalam strategic management. Ini kita diajak berfikir layaknya sebagai top management.. Kita harus membuat strategi perusahaan secara global, dan membreakdown hingga ke tingkat departemen terkecil. Muantap!
Pengajar dari setiap mata kuliah yang kita dapatkan adalah para senior-senior yang sudah berkecimpung serta expert di bidangnya. Jadi, apa yang disampaikan adalah kasus real yang terjadi. Bukan hanya sekedar teori, tapi juga best practice dari pengalaman dan masalah yang didapatkan. So.. Bener-bener worthed dan merasakan bagaimana keputusan yang diambil akan sangat berpengaruh terhadap eksekusi di lapangan..
Yang bikin seru adalah, meskipun kita ditraining full, tapi kerjaan gak bisa berhenti. Email dan telpon tetep masuk.. Udah gitu dengan tugas seabrek-abrek.. Fiuh.. Mantap kali! jam tidur bisa diitung pake jari sebelah tangan. Tapi seneng banget lo.. Karena saya dapet pengetahuan yang baru, dapet kenalan dan temen baru, dapet momment dan pengalaman yang lengkap. Wah.. Pokoknya seru.. Apalagi pas di akhir sesi.. Kita dikasih banyak surprise.. Hahaha.. Jadi tetep fun dan gak ngebosenin..
Posted with WordPress for BlackBerry.
September 4th, 2010 — Misc
Buka ayat random gue Ramadhan ini membuat gue ingin menulis kembali tentang konsep ulul albab. Ada kepentingan untuk mengajak sebanyak mungkin pemuda Islam untuk menggunakan konsep ini sebagai cermin yang digunakan untuk refleksi diri.
Jika dicari dengan indeks AlQur’an, ada 16 ayat yang menggunakan kata ulul albab. Tidak ada satu ayat pun yang secara lugas memberi definisi tentang ulul albab. Tapi, dari apa yang disampaikan AlQur’an kita bisa mengidentifikasi ciri-ciri yang melekat pada sosok ulul albab.
Ciri paling utama yang paling banyak dibahas tentang ulul albab adalah daya intelektualitas mereka dalam merenungi fenomena alam semesta sebagai ayat-ayat Allah(3:190,39:21). Ulul albab memikirkan berbagai gejala alam, berusaha memahami hukum-hukumnya, dan sampai pada kesadaran yang terus disegarkan akan kekuasaan Allah. Perhatikan bagaimana bagi ulul albab, keberhasilan mengurai rahasia-rahasia alam bukan hanya kepuasan intelektual, tapi juga penemuan spiritual. Kemanapun mereka berpaling, ulul albab menemukan kuasa maha yang meninggalkan sidik-Nya di setiap ciptaan
Lebih dari fenomena alam, ulul albab juga punya keinginan dan kemampuan untuk belajar dari sejarah(12:111). Bagaimana peradaban-peradaban jatuh dan bangun? Apa pesan abadi yang disampaikan ke bangsa-bangsa terdahulu?Bagaimana penyikapan bangsa-bangsa terdahulu terhadap pesan itu dan bagaimana kesudahannya? Ulul albab mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan lagi-lagi menemukan pelajaran dari Allah. Apa yang mereka pahami dari sejarah membantu mereka untuk memberi jawaban pada masalah kontemporer dan mengantisipasi perkembangan.
Ciri berikutnya yang membedakan ulul albab dari ilmuwan biasa adalah keberpihakan mereka yang tegas pada kebenaran. Dengan pemahaman yang mereka miliki, ulul albab menjadi pribadi kritis yang memeriksa semua informasi dan hanya mengikuti yang paling baik dan benar(39:18). Mereka paham betul bahwa seringkali berpihak pada kebenaran itu berarti melawan arus. Tapi, ulul albab tak pernah ragu akan beda antara yang benar dan salah(5:100) Bagi mereka, benar itu ya karena ayat Allah bilang seperti itu, bukan karena mayoritas orang bilang begitu.
Tentu saja dengan ciri-ciri yang dimiliki, gue membayangkan ulul albab ini pasti bukan ilmuwan-ilmuwan yang cuma sibuk di lab dan menulis paper. Mereka pasti orang-orang yang aktif mencoba menyelesaikan satu persatu masalah yang mereka temukan di lingkungan dan masyarakatnya. Mereka juga pasti rajin berpolemik, dengan lantang menjadi juru bicara kebenaran dan menolak melegitimasi kesalahan. Wajar bila kemudian di beberapa ayat ulul albab ini dikaitkan dengan kemenangan sejati di sisi Allah. Karena menjadi ulul albab pasti selalu lekat dengan perjuangan.
Dan janganlah dipilih hidup ini bagai nyanyian ombak
Hanya berbunyi ketika terempas di pantai
Tetapi jadilah kamu air bah, mengubah dunia dengan
amalmu
Kipaskan sayapmu di seluruh ufuk
Sinarilah zaman dengan nur imanmu
Kirimkan cahaya dengan kuat yakinmu
Patrikan segala dengan nama Muhammad
~Harapan kepada Pemuda, Iqbal terjemahan Natsir
September 4th, 2010 — Misc

moon view 5sept (26 Ramadhan) from www.fourmilab.ch/cgi-bin/Earth
Tak terasa cahaya sabit menunjukkan saat-saat terakhir di Bulan Ramadan. Semoga di 4 hari terakhir ini bisa maksimal lagi dalam beribadah.
Ada beberapa hal yang selalu bikin perasaan jadi kurang enak ketika berada di penghujung Ramadan. Pertama saya sering mengevaluasi ibadah yang dijalankan dengan yang ditargetkan di awal Ramadan. Entah mengapa biasanya cuma terlaksana 60%-70% (secara kuantitas). Selalu saja ada “gangguan” yang padahal sudah diprediksi sebelumnya, namun entah mengapa tak bisa dilawan. Apakah memang dasar sifat ane yang pemalas, kurang kuat keinginan, atau alasan personal lain. Ah, padahal katanya setan sudah dibelenggu, kok ane masih kayak gini ya? Masih didominasi oleh hawa nafsu yang tidak baik. Allahumma inni ‘audzubika minal ajzi wal kasal. Ya Allah, aku berlindung padaMu dari kelemahan dan kemalasan…..
Lalu hal kedua yang membuat saya sering gelisah di akhir Ramadhan ialah apakah ibadah yang sudah dilakukan akan diterima oleh Allah SWT. Saya sering teringat dengan salah satu hadis yang sering disebutkan di awal Ramadhan mengenai orang yang berpuasa namun hanya mendapat lapar dan dahaga. Kalau yang pertama tadi tentang masalah kuantitas ibadah, mungkin kali ini tentang kualitas ibadahnya. Seringkali ketika melakukan ibadah maghdoh untuk mengejar target harian tertentu, saya malah menjadi seperti robot, jadi kurang menjiwai ibadah yang sedang dilakukan.
Biasanya sie, untuk mengatasi kegelisahan yang pertama dan kedua, bisa dilakukan dengan itikaf. Suasana ketika itikaf itu menjadi berbeda, apalagi ketika itikaf di Mesjid tertentu yang memang punya kegiatan itikaf yang “spesial”. Dibandingkan dengan ibadah sendiri (menyendiri), mengerjakan ibadah sambil berlomba-lomba dengan yang lain memiliki kelebihan khusus. Misalnya dapat memotivasi kita untuk terus bertilawah jika melihat orang lain tilawah, memotivasi untuk jadi lebih serius ketika melihat orang lain yang terlihat sangat khusyuk ibadahnya. Juga dapat “menyadarkan” diri bahwa ternyata masih banyak orang lain yang berusaha jauh lebih keras dari kita dalam beribadah. Ane juga kadang bingung, kok orang-orang bisa kuat ya qiyamul lail sampai ber-jam-jam. Apalagi yang satu rakaatnya bisa sampe 30 menit sendiri, beuh,,. Ane aja setelah 5 menit udah pengen lompat-lompat karena ga tahan (astaghfirullah). Kadang kepikiran juga untuk melakukan penelitian tentang “analisis kelelahan kerja secara ergonomi pada saat qiyamul lail” (boleh ditambahin:studi kasus Masjid Habiburrahman PT DI yang QL-nya sampe 3 jam). Ya Allah,, kok jadi keinget ya sama Rasul yang melakukan ibadah malam sampai kakinya bengkak, padahal ia sudah dijamin surga. Lha ane yang masih banyak dosa gini malah masih sering ngeluh,, ya Allah,, kuatkanlah hambaMu ini. Semoga bisa optimal dalam 4 hari terakhir ini…..
Kemudian hal ketiga yang kadang membuat gelisah, yaitu perihal silaturahim & mudik. Yah,, sebenernya ga terlalu gelisah sie masalah mudik ini, karena saat ini masih belum terpisah jauh. Ga tau deh nanti setelah pergi dari Bandung ini (kalo jadi tinggal di luar Bandung). Tapi yang kadang bikin gelisah itu ialah masalah silaturahimnya, yang ane sendiri sering merasa kurang optimal memanfaatkan waktu-waktu bersama keluarga & tetangga yang ada di kampung halaman.
Kemudian yang keempat, biasanya kepikiran ketika hari pertama Idul Fitri, yaitu kangen Ramadhan. Ah,,, andai saja usaha ini mungkin terkabul, pengen deh ane ngebuat grup pesbuk “gerakan 500 juta facebookers dukung sepanjang tahun jadi bulan Ramadhan”. Euh,, suasana Ramadhan adalah suasana terbaik yang pernah ane rasakan. Bulan dimana pahala diobral, dosa-dosa diampuni, dijauhkan dari api neraka. Bulan dimana masjid menjadi ramai, maksiat berkurang, sebagian besar tempat dugem ditutup, artis-artis jadi berjilbab, sinetron jadi lebih islami, yang ngerokok ikutan puasa rokoknya (cihuy). Bulan dimana ane jadi lebih produktif baik itu dalam ibadah maupun kegiatan duniawi (sedikit berbeda dari kebanyakan orang). Tentunya karena ga mungkin setiap bulan menjadi bulan Ramadhan, akan kepikiran juga apakah ane masih bisa berjumpa dengan ramadahan tahun depan. Hiks,, sedih rasanya kalo udah di akhir Ramadhan gini….
Lalu yang kelima, ini yang paling spesial, yaitu Lailatul Qadr. Malam dimana diturunkannya Al-Quran. Tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu? lailatul qadr itu lebih baik dari 1000 bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbitnya fajar.
Lailatul Qadr, sebuah malam yang nilainya sama dengan 1000 bulan (sekitar 83 tahun). Suatu gift yang menurut saya paling spesial yang cuma ada di Bulan Ramadhan, biasanya di 10 hari terakhir. Semoga saja ketika malam itu tiba, ane sedang melakukan ibadah terbaik agar bisa bernilai 30.000 kali lipat (amin ya Rabb).
Filed under: diary, Opini Tagged: ramadan
September 2nd, 2010 — Misc

Perasaan berkecamuk saat mendengar pidato presiden terkait konflik dengan Malaysia. Aku bingung kenapa sekelas presiden, pernyataan yang keluar hanya seperti itu. Kali kedua, aku kembali kecewa terhadap pidato yang disampaikannya setelah kasus Centruy yang menghebohkan.
Apa sih kurangnya negeri ini sebagai basis argumentasi diplomasi ‘hard power’? ini bukan berarti perang! Tapi, ketegasan! Ketegasan seorang panglima tertinggi yang menyampaikan pidatonya di Mabes TNI. Seperti kehilangan ruh, jiwa, dan kebanggaan aku mendengar pidatonya. Kehormatanku sebagai warga negeri ini terluka.
Seharusnya emang gimana pidato yang tegas? Sederhana, pertama, kalau pun sengketa perbatasan belum tuntas, tarik duta besar kita dan pulangkan duta besar mereka. Nota protes, surat, dan dokumentasi lainnya seperti tidak cukup untuk memberi efek jera terhadap negeri jiran ini. Kedua, penghentian sementara pengiriman TKI sampai jelasnya perlindungan hukum dan profesionalnya jasa pengiriman TKI di dalam negeri. Kita sudah bosan mendengar kabar duka yang selalu mengiringi keheban pahlawan devisa

Ketiga, bila langkah-langkah di atas belum juga ditindaklanjuti secara strategis, bisa dilanjutkan kepada bentuk advokasi pengadilan internasional, menghentikan pengiriman TKI, boikot produk-produk, nasionalisasi aset, penyiapan pasukan khusus di garis terluar untuk mengatasi psy war dan agresi mereka. Konsekuensinya? Pasti ada dan banyak…kenapa ngga? Harkat dan martabat bangsa ini tidak ada harganya.
Bangsa ini sudah kronis, bila tidak segera disembuhkan akan semakin bahaya. Persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa menjadi bagian penting proses penyembuhan ini. Tidak lain, tidak bukan, bila kita ingin kuat dan hebat, kita harus bersatu.
Kalau pun ada salah satu bagian yang harus diamputasi, akan tetap kita lalui agar penyembuhannya lebih sempurna dan keadaaannya jadi lebih baik.
Bangsa ini dibangun dengan kebesaran sejarah para pendirinya, yang rela dan ikhlas mengorbankan semua milikinya. Sekarang waktunya, sebagai pewaris dan generasi masa depan Indonesia membuktikan bahwa kita bisa melakukan yang terbaik dan lebih baik dari para pendahulu.

September 2nd, 2010 — Misc
Media Indonesia
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Rancangan Undang Undang tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dibahas secara khusus di Panitia Kerja.
Dalam pembahasan pertama antara Panja OJK dan Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM, 9 fraksi telah menyatakan setuju bahwa RUU tentang OJK ini diteruskan untuk dibahas ke tahap selanjutnya.
“Dengan ini [...]
September 2nd, 2010 — Misc
Bisnis Indonesia, 27 Aug 2010
Guna menghindari pencetakan mata uang secara berlebihan dan menjaga kestabilan rupiah, pemerintah perlu membuat penjaminan aset yang memadai (back up currency) untuk memperkuat kepercayaan publik.
Kemal Aziz, Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, menuturkan fraksinya berpandangan perlunya penjaminan back up currency sesuai dengan jumlah rupiah beredar, seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain. Idealnya, [...]
September 2nd, 2010 — Misc
Kontan, Rabu, 01 September 2010
JAKARTA. Kalangan Komisi XI DPR mendesak Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 bulan pada asumsi makro 2011, pasalnya suku bunga tersebut dinilai terlalu tinggi sehingga kurang mendukung pertumbuhan sektor riil.
Asal tahu saja, dalam asumsi makro pemerintah menetapkan SBI 3 bulan sebesar 6,5%. [...]
September 2nd, 2010 — Misc
August 31st, 2010 — Misc

Akhir ramadhan kali ini, aku bener-bener sangat menikmati aktivitas intelektual yang luar biasa. Mulai dari membaca, diskusi, menulis, mengisi, hingga membangun jaringan untuk memperkuat usaha yang sedang dibangun. Kembali kuhaturkan rasa terima kasih kepada Pemilik Alam Semesta dan ruh hambanya. Subhanallah…
Untuk membaca, sepertinya memang kufokuskan untuk mendukung data skripsi dan materi bagi para mahasiswa baru yang terkait dengan kepemimpinan, mahasiswa berprestasi, dan gerakan mahasiswa. Selain itu, beberapa bacaan lainnya seperti Qur’an, novel, buku-buku teknologi dan bisnis kulakoni untuk mengimbangi bacaan mainstream, yakni politik.
Sedangkan diskusi, intensitas terjadi ketika membahas dan mendesain platform sebuah partai politik. Sangat menarik, memprediksi sekaligus menganalisis masa depan dan berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Dengan tim yang tak terlalu banyak, tapi, berkualitas dan kerjanya efektif, dalam dua hari kami sudah menuntaskan kerangka dan substansi yang dimaksud.
Untuk menulis, sudah kuniatkan, selain menyelesaikan skripsi, akan kucoba hasilkan di akhir tahun nanti sebuah trilogi untuk mahasiswa Indonesia tercinta. Karena ada rasa sedih yang tertinggal bila ketika melepas status mahasiswa, tidak diiringi karya (masterpiece) khusus untuk mereka.

Berikutnya, mengisi. Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, interaksiku berbicara cukup intens dengan berbagai pembicara yang memiliki latar belakang berbeda dan luar biasa. Mulai dari calon presiden, pelawak, penulis, pengusaha, aktivis, akademisi hingga PNS. Unik…dan menarik mencermati pola fikir dan logika yang dibangun oleh mereka.
Terakhir, membangun jaringan…sepertinya dunia itu kecil dan sederhana. Hanya dimiliki beberapa orang saja. Kenapa? Yaa…jawabya, karena semuanya tersimpul acak namun rapi (bingung khan…ngga apa2..hehe)…dengan jaringan. Semua dibatasi dan diatur oleh sekelompok manusia-manusia strategis yang memiliki kemampuan memahami dan berinteraksi multi dengan siapapun.
Mungkinkan kita melakukannya…dan berikutnya bukan hanya siap menjadi network builder..but King Maker’s…I hope so guys…we will see …
August 31st, 2010 — Misc

Menemani mahasiswa, selalu menjadi saat-saat terindah dalam hidupku. Khusus untuk para mahasiswa baru, keadaan ini benar-benar mencapai titik temu. Selain menerima energi positif dari mereka, Aku belajar banyak hal dari setiap interaksi ini, antusiasme, optimisme, ketulusan untuk belajar, dan gairah intelektual terasa begitu kuat kuterima. Jujur, saat-saat seperti mereka sangat kurindukan sekali.
Ada beberapa hal, yang ingin kusampaikan dalam catatan kali ini. Pertama, acara yang dilaksanakan untuk menyambut mahasiswa baru di UGM. Kedua, terkait dengan substansi acara. Dan ketiga, berkenaan dengan follow up terhadap para peserta.
Untuk yang pertama, secara keseluruhan, acara yang didesain oleh para panitia sudah cukup baik dan luar biasa. Namun, sayangnya, kurang diikuti dengan profesionalisme kerja yang optimal. Bagaimana mungkin acara bisa maksimal, bila peralatan plus teknis di lapangan kacau?
Kedua, pengisi acara dan materi yang dibawakan sudah cukup bagus. Hanya saja, model penyampaian masih kurang atraktif disebabkan minimalnya kejelasan desain acara di dalam TOR. Berikutnya, sambutan dan apresiasi yang diberikan kepada para pengisi acara. Sering orang-orang yang datang dari jauh, disia-siakan. Padahal keberadaan mereka dinantikan oleh semua bukan hanya mahasiswa.
Ketiga, Maba yang penuh energi positif ini, idealnya disalurkan langsung dalam berbagai aktivitas, agar kelanjutan pemahamannya tentang kampus utuh dan jelas. Bisa dalam bentuk mentorship atau supervisi kegiatan yang sifatnya rutin di luar aktivitas akademik.
August 30th, 2010 — Misc

summit attack
Heu… naik gunung? Bisa gak ya… hmm… ayo dicoba deh… terus terang ini pertama kalinya ak naik gunung di Indonesia..hehehe sebelumnya ak pernah naik gunung alpen di swiss.. gaya nya… kalo di swiss ada kereta gantungnya..trus baru jalan trecking.. sampai ke puncak… seru!! Dan berharap naik gunung kali ini juga sama… kita lihat saja nanti… bagaimana ceritanya.. lets cekidot…
Perjalanan kali ini Lagi-lagi berangkat dengan teman-teman kantor. laki-laki semua. dalam arti yang sebenarnya..(loh.. hahaha) yang ikut ada ak, billy, sigit, kang firman, aip, kang jaji, mas untung, mas ael, mas ari, dipandu oleh bang yasin. Sip… persiapan dilakukan dengan mantap, dari sisi logistic, berbagai macam makanan dibawa, mulai dari nugget, sosis, beras, snack, kopi, the, gula, wah..pokoknya kita mau pesta deh di atas gunung.. dari sisi peralatan lainnya, kita sudah nyiapin tenda, jerigen air, matras, sleeping bag, permen, balsam, salep, macem-macem lah siap tempur.. mau tau bawaanku kayak apa? Ak bawa banyak kaos, baju, snack, bahkan nutrisari 1 liter pun aku bawa. Total di carrier beratnya mencapai 16 kg. wew… berat.. tapi harus terlihat cool.. hahaha… biar keren dan dianggap sebagai lelaki sejati… hahaha…
Kami berangkat di hari jumat malam, dan rencananya minggu malam sudah kembali di bogor. Sebelum berangkat, kami di-briefing oleh kang yasin. Selanjutnya foto bersama. Jam 10 tepat kami keluar dari kantor, Kami mencarter angkot sampai ke perempatan ciawi. Dari sana kami akan mencegat bus kea rah garut. jam 11 malam, kita baru mendapatkan bus. Alhamdulillah.. sebenernya udah hopeless.. ya kalo gak dapet bus.. kita camping di puncak aja.. hahahaha… ak menegak pil tidur biar bisa terlelap di bus.. dan sukses.. pil bekerja dengan baik… sampai di garut tepat jam 4 pagi. Dari terminal bus, kami mencarter angkot lagi hingga batas pos perkebunan teh. Angkot tidak bisa lebih jauh lagi, karena trecknya sudah tidak bisa dilalui mobil. Sampai di pos, kami melaporkan diri sekaligus sekalian sholat subuh, dan menghangatkan dengan indomie, tak lupa kami beli sayur mayur untuk bikin sop di gunung.. mantap ^¬¬_^. Sampai tahap ini, semua masih sumringah… terlihat gunung cikuray tinggi menjulang. Dan saya sendiri bilang.. oh..deket.. tuh keliatan… hahaha…
Kami mulai berangkat menyusuri kebun teh tepat di pukul 8 pagi. Tujuan kami adalah ke stasiun relay. Ini adalah pos terakhir sebelum kita benar-benar naik ke puncak gunung. Dari pos kebun teh keliatan kok… estimasi sampai disana adalah jam 10. Artinya 2 jam perjalanan. Kita lihat saja… yeay.. perjalanan dimulai… naik-naik.. ke puncak gunung.. tinggi..tinggi sekali.. kiri-kanan kulihat saja banak pohon cemara… tralala..trilili… jam sudah menunjukkan pukul 10. Kok ternyata gak nyampe2 ya… badan udah mulai pegel karena ngangkut carrier seberat 16 kg. huah…. Ternyata kita akhirnya baru nyampe di stasiun relay pada pukul 12 siang… OMG.. it means kita jalan udah 4 jam sendiri.. itupun perlu dicatat.. belum memulai pendakian.. hahaha..
Sampai di stasiun relay, kami mengisi air. Karena menurut bang yasin, di puncak, kita tidak akan menemukan sumber air lagi.. selain itu, kami makan siang dengan menu sop dan indomie… mantap.. that’s one of the best soup I’ve ever taste. Hahaha… selanjutnya kami sholat dan segera berkemas untuk siap berangkat. Di stasiun relay, kami bertemu dengan tim SAR yang sedang mencari orang hilang di gunung cikuray… eng ing eng… what! Orang hilang.. wah… ternyata medannya gunung cikuray cukup berbahaya, hutannya rapat, hutan basah, pendakian terjal. Heu…. Tetap semangat.. la wong dah sampe sini masa mau balik…
Pukul 2 siang, kami mulai naik ke atas. Terus terang mulai detik itu, aku tidak bisa senyum. Karena terbayang betapa tingginya gunung cikuray dan medan yang kami tempuh sepertinya tidak mudah. Pada awalnya, kami janjian setiap setengah jam sekali, kami akan berhenti untuk istirahat. Di setengah jam pertama, mekanisme ini berlaku. Tapi selanjutnya, semakin naik ke atas, semakin sering kami…oh..lebih tepatnya saya yang istirahat. Hamper setiap 5 bahkan 10 menit, saya minta break untuk istirahat.. di sini saya mendapatkan banyak pelajaran… dan memang mental benar-benar diuji.. sempat terpikirkan olehku, “ya ampun..ngapain cape-cape begini naik gunung… mending dirumah.. enak..”kaki benar-benar sudah mulai pegal, asam laktat yang menumpuk dipersendian kaki sudah tertumpuk sedemikian menumpuk… huh… benar-benar.. membuat diri saya begitu lemah diantara yang lainnya. Rekan2 lainnya masih bisa nyanyi-nyanyi dan ngobrol…saya? Sama sekali tidak.. bahkan untuk membuang energy untuk tersenyumpun rasanya malas sekali… muka saya benar-benar pucat karena kelelahan… konsumsi air minum tim menjadi diluar perkiraan, karena kita banyak minum, akibat banyak beristirahat. minuman mulai dari air putih, pocari, extra joss.. keluar semua.. termasuk persediaan coklat.. ludes.. wah.. memang banyak menguras energy… Saya benar-benar menjadi bottle neck saat pendakian ini…hosh… (- -“) maafkan ya kawan..
Saat naik gunung, saya diminta untuk melihat pandangan ke bawah saja. Langkah kecil setapak demi setapak saja… ah…. Tapi hidup ini seperti mendaki gunung memang… jangan terlalu sering melihat ke atas, lihatlah ke bawah. Karena suatu saat, kita pasti kan sampai di puncak. Saat-saat seperti ini juga membuat kami menjadi semakin dekat seperti saudara. Yang kuat membantu yang lemah. Saling mengisi untuk kepentingan bersama. Dan semakin yakin bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuasaan Allah sang pencipta… rasanya benar-benar mau pingsan.. haah…
Total perjalanan dari stasiun relay hingga puncak bayangan sekitar 7 jam perjalanan.. itu padahal belum sampai ke puncak benerannya lo… karena waktu yang sudah terlalu larut malam, saat itu pukul 8 malam. kami sepakat untuk bikin camp di puncak bayangan. Esok pagi saja kita ke puncak benerannya… sebenernya udah deket.. tapi itu deket menurut siapa ya… hahaha..kita liat aja besok..
Malam itu, kami diberi tugas.. ada yang membuat tenda, ada pula yang memasak.. kebetulan banget..aku di bagian yang masak-masak…asyik… yeay… suhu udara di saat itu sekitar 14 derajat.. sangat dingin menusuk ke tulang.. padahal udah pake pakaian super lengkap dan super ketutup untuk menghindari dingin..tapi tetep aja..tembus! hidung pun diberikan koyo, supaya tidak mampet dan tetap hangat… saat digunung seperti ini, hal yang dimasak pertama kali adalah air panas.. karena dengan demikian, kita bisa membuat berbagai jenis minuman sebagai pengganti energy secara cepat setelah pendakian. Menu malam itu adalah cumi saus tiram, nasi yang akhirnya jadi nasi pera… hahaha…trus telor orak-arik, tempe pedas.. serta sarden… hiuh…mantap…
Malam kian larut, jam menunjukkan pukul 12 malam. Setelah sholat di dalam tenda, saya pun tidur, dengan sleeping bag..itupun masih menggigil….hua… paginya, setelah sholat shubuh di dalam tenda, saya kembali menjadi tim masak. Kali ini menunya adalah roti dan lain sebagainya. Ohya… sebelum melanjutkan pendakian sampai puncak yang benerannya..kita pemanasan dan membuat games kecil… seru!!! Setelah siap, kami naik ke puncak. Kali ini kami tidak membawa carrier. Ternyata jalan ke puncak masih ditempuh dalam waktu 45 menit. Wah…ini sih kalo kita pas malem maksa naek.. bisa 2 jam-an pas di puncak… heuheu…
Sampai di puncak… saya benar-benar tak bisa berucap apa-apa selain berzikir terhadap kebesaranNya. Subhanallah..luar biasa… terbayar semua kelelahan saat mendaki.. pemandangan yang dapat dilihat dari ketinggian lebih dari 4800an m dpl sangat luar biasa…. Allahuakbar! Ini dia yang membuat naek gunung menjadi semacam hobi yang membuat candu… tapi eits..itu tidak berlaku untuk saya… hahaha…cukup sekali ini saja ya… sebelumnya, saya selalu berpikir kalau orang naek gunung itu hal sepele dan cukup untuk orang yang kurang kerjaan.. tapi sejak saat itu… mindset saya seketika berubah… salut dan hormat saya bagi para pecinta alam.. yang suka naik gunung.. kalian sungguh hebat! Sungguh! Empat jempol saya kasih… (^_^)
Di atas, terlihat berbagai puncak gunung di sekeliling cikuray, mulai dari gunung ciremay, gunung gede, gunung papandayan, gunung tangkuban perahu, gunung satria, dan gunung-gunung lainnya…subhanallah..belumlagi pemandangan kota garut dari atas yang luar biasa…indah sekali…tiada duanya… seperti di tipi-tipi… dan seperti di atas pesawat.. hahaha…
Setelah puas menikmati pemandangan, sekaligus foto-foto, minum the hangat, minum jus jeruk.. kami pun turun ke bawah, ke puncak bayangan. Kalau tadi naiknya 45 menit, ternyata turunnya hanya butuh 30 menit. Dan tidak secapai pas mendaki.. hehehe..alamat baik nih…
Sampai di puncak bayangan, kami segera berkemas dan makan siang.. menu kami kali ini adalah nugget, sarden, mie, sosis… mantap.. kali ini saya benar-benar bodoh.. ternyata sebagain besar isi carrier saya tidak terpakai. Karena isinya baju dan celana yang ternyata tidak saya gunakan juga pada akhirnya… hahaha.. it means pas bawa 16 kg, yang terpakai hanya sekitar 1/10 dari yang saya gunakan.. sisanya tidak terpakai…hahahaha baru sadar sekarang.. telat banget… hoho.. (-_ -“)
Jam setengah 2 siang kami memulai menuruni gunung… tebak..berapa waktu yang kami butuhkan untuk sampai ke stasiun relay?… hahaha.. ternyata hanya 2.5 jam saja…. Ampun deh… benar2 sampai lebih dari 2 kali lipat dibanding saat pendakian yang memakan waktu 7 jam.. ye ye ye…. untuk turun gunung, yang dibutuhkan adalah pengereman yang bertumpu pada lutut. Wuih… pas sampai di stasiun relay.. rasanya kaki udah pengen copot aja.. lutut mati rasa… hadooh…
Dari stasiun relai, kami menghabiskan sisa persediaan logistic.. selanjutnya, sekitar jam setengah 5 sore, kami bersama timSAR turun ke bawah. Kami berjalan dari stasiun relai hingga rumah penduduk. Selanjutnya dilanjutkan dengan naik mobil pick up terbuka… haa… indahnya.. terlihat dari kejauhan.. gunung cikuray menjulang tinggi… ya ampun.. gak nyangka.. kita kan abis sampai di puncak gunung itu.. wa… sampai di terminal bus garut, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk beli oelh-oleh dodol garut, dan mengisi perut yang sudah keroncongan.. anyway setelah itu, pas jam 9 malam, Kami tidak mendapatkan bus yang langsung lewat bogor.. tapi kami mendapatkan bus yang ke kampung rambutan.. ya udah lah ya… alhasil..sampai bogor jam 3 pagi.. dan jam setengah 10 pagi… harus masuk kantor!! Hahaha…kebayang kan… gemana capenya… dan yang lucu…pas naek tangga itu lo…jalannya harus bener2 pelan..karena sakitnya baru berasa… dan tau nggak…sakitnya baru hilang satu minggu kemudian… hehehe… benar2 menjadi pengalaman yang tak terlupakan.. ^_^
August 30th, 2010 — Misc
Yeay….. kita ke bandung! Hmmm (_ _”) sebenernya biasa aja sih… hehehe, tapi gak tau kenapa perjalanan ke bandung kali ini begitu berbeda. Ada beberapa alas an. 1) karena pergi bareng temen-temen, 2) karena kita akan muter-muter tanpa harus memikirkan waktu dan uang (hahaha..sombong..!). perjalanan kita ke bandung sebenernya dadakan. Hanya kurang dari seminggu, kita berencana, dan akhirnya jadi. Menurut senior kami, ci Karen, ini adalah prestasi… kok bisa? Soalnya jaman dahulu kala (lebay….) pengen pergi kemana-mana tuh gak pernah jadi. Pasti bentrok jadwal dan akhirnya gak jadi berangkat. Tapi sekarang ini… kita sudah pergi bareng-bareng ke pulau tidung, sekarang ke bandung.. dan nanti di bulan oktober 2010.. kita akan ke pulau karimun jawa!! Hehehe…
Peserta hang out ke bandung kali ini ada Saya, Chandra, aldi, yudis, adeline, hesti, Karen, ivana, dan rina. semuanya teman atau lebih tepatnya sahabat atau bisa juga disebut keluarga sekantor. Karena kita menganggap yang senior adalah kakak dan yang junior sebagai adik.. indah sekali bukan… hahahaha…
Kami berangkat hari jumat sore, setelah pulang kantor. Saya, hesti, dan adel naik travel cipaganti. Langsung dijemput dari kantor. Sedangkan yang lain menyusul berangkat dari Jakarta dan pergi ke bandung menggunakan mobilnya yudis.. selepas berangkat dari kantor, travelnya kita minta tolong untuk ke kosannya adel. karena dia ketinggalan kunci rumahnya. Alhamdulillah rayuan adel berhasil. bapak supirnya mau… hehehe…
Travel cipaganti ini menggunakan mobil Hyundai yang gede itu… muatnya kalau penuh bisa 10 orang-an. Pas kita berangkat, penumpangnya ada 7 orang termasuk kita. Jadi cukup lega dan gak perlu bersesakan. Rute yang diambil melewati rute puncak. Sambil menikmati perjalanan, yang berisik Cuma kita bertiga. Yang lain mingkem karena emang yang berangkat grup Cuma kita bertiga.. kita banyak ngobrol waktu masih kuliah… ha…. Tak perlu dibeberkan di sini sepertinya… biarlah memori indah itu tersimpan dalam hati… halah..halah…
Gak berasa kita udah sampai bandung jam 10 malam. Persis diantar sampai tepat di depan rumahnya adel. Rumah dia yang dibandung di daerah setra duta. Sekitar 15 menit dari pintu tol Pasteur. Setelah beberes dan sholat, kita diajakin adel ke itb. Karena hari ini persis malam perpisahan untuk yang mau diwisuda besok. So… kemungkinan besar, bandung kota bakal macet besok.. karena lebih dari 1000 mahasiswa akan diwisuda di itb besok. Malam perpisahan di jurusannya adel, teknik kimia menurutku sih unik. Dan suasana ini yang ga ada di ipb. Suasana dimana sang adik kelas yang paling junior mempersembahkan suatu acara untuk kakak kelasnya yang mau diwisuda. Suasana dimana sang kakak kelas bisa mengenang memori-memori indah saat masih kuliah. dan bisa bercerita kepada adik-adik mereka betapa perjuangan ini bisa dilewati. Di acara tersebut kita gak lama, Cuma sekitar setengah jam. Setelah itu,kita sedikit keliling kampus… dan akhirnya menjemput rekan-rekan yang lain yang ternyata juga sudah sampai di bandung.
Sebelum tidur, kita mengatur siasat untuk memaksimalkan waktu di bandung esok hari. Karena kita gak kepengen terjebak macet dan buang waktu di jalan..Let see…
Sebelum jam 6 pagi semuanya sudah bangun… dan pas jam 7.30 kita mulai berangkat….
Spot Pertama, kita nyari sarapan… pilihan jatuh ke tempat sarapan di sekitar gereja katoliknya adel.. di daerah lembang. Sistemnya kita beli beda-beda, dan kita nyobain semua makanan yang kita beli.. hehehe.. alhasil, mantap kali… kita berhasil nyobain pastel dan risoles isi keju dan daging, kupat tahu, batagor, sate ayam, serta mie kocok… mantap!
Perjalanan ke spot kedua adalah ke De-Ranch Lembang. Yang ini seru… karena dengan biaya 5 ribu, kita bisa dapet susu sapi dengan berbagai rasa sejumlah satu gelas dan tempat foto yang oke… konsep tempat ini adalah dibuat seperti ranch. Jadi lengkap, mau naik kuda, gerobak, dan permainan ala outbond ada juga.. tidak ingin berlama-lama, kita segera angkat kaki dari sana.. karena pengunjung sudah semakin ramai..
Spot ketiga adalah tahu susu lembang. Di tempat ini, kita bisa melihat bagaimana proses pembuatan tahu dari awal hingga akhir, termasuk gratis untuk nyobain tahu yang baru matang.. fresh from the oven… waw… di tempat ini kita nyobain aneka tahu. Mulai dari tahu goreng, tahu jamur goreng, ketoprak kacang mede dengan suiran tahu, kerupuk tahu, dan aneka pertahuan yang lain. Sekalian juga beli oleh2 untuk keluarga di rumah.
Hari sudah mulai siang. Sekitar jam 11. Akhirnya kita memutuskan untuk segera mengunjungi spot keempat. Namanya saung wargi. Di sini kita akan memancing ikan dengan sensasi yang berbeda. Karena area pemancingannya dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi yang indah banget.. subhanallah… dan yang serunya lagi…kita akan makan siang dengan hasil pancingan kita sendiri… asyik! Tangkapan ikan hari ini cukup banyak, kita dapat sekitar 5 ikan yang cukup besar dalam waktu kurang dari 1 jam… ikan yang disajikan dalam bentuk digoreng dan dibakar. Plus, kita memesan cah kangkung, sambal lalapan, genjer, dan tahu-tempe. Mantap kali…. Ditambah lagi, ada yang bayarin…hahaha…makasih ya Chandra! Kita akan siapin surprise untuk kamu lo…
Sekitar pukul 2 siang, kami chaw untuk pergi ke kota.. menuju spot kelima. menjemput aldi. Soalnya dia baru dari malang.. pas turun dari lembang, kami sedikit kena macet.. tapi masih tetep bisa jalan merayap. Kita ketemuan sama aldi di mal paris van java. Konsep mall ini kayak di farmers marketnya-california.. hehehe… di sana, kita beli perbekalan, trus makan donat di Jco, minum kopi di starbuck, alah… gaya nya… ya sekali-sekali gak papa toh…
Puas keliling dan foto-foto di PVJ, kami jalan lagi ke spot keenam. Kali ini kita ke gallerynya nuarta. Letaknya di komplek setra duta. Gallery ini terkenal loh… pak nuarta ini yang bikin patung GWK di bali, trus dia yang bikin patung sepeda “rush hour” itu.. pokoknya terkenal lah kalo gak percaya cari di mbah google aja… pas banget di sana rupanya ada juga yang sedang bikin wedding party dengan konsep outdoor. Keren… puas foto-foto di gallerynya sampe kita diusir..hahaha. kita pun kembali lagi ke rumahnya adel untuk beberes, bersih-bersih, dan sholat. Karena selanjutnya kita akan makan malam di daerah dago atas.
So, ini adalah spot ketujuh. Kita makan di resto the valley.. tempatnya keren banget… suejuk… karena bener-bener makan di atas gunung, dengan pemandangan kerlap=kerlip kota bandung… romantic banget lah tempatnya… suasanya pun hanya diterangi dengan lilin-lilin di meja, dan ratusan lampu kecil di atas pohon… hmm… perfect.. resto ini menyediakan makanan mulai dari asian, Indonesian, hingga western. So, pilihannya benar-benar various.. ada yang pesan tomyam, risoles, pasta, steak, dan lainnya. Waw… mantap..! ohya di sana kita juga ngasih surprise ke aldi dan Chandra. Kue ulang tahun yang dibawakan sama karyawan resto ini… hehehe.. serunya… ohya dan yang lebih penting lagi.. kita ketemu dengan sandi!!… wah.. senangnya…
Keesokan paginya aku harus pulang duluan. Karena salah satu teman baik waktu di sma ku menikah.. jam 6 pagi sudah berangkat dari bandung. Dan jam 8 pagi sudah sampai bogor. Wew… tadinya pengen tidur malah gak bisa tidur.. karena mual-mual saking cepetnya tuh mobil…
Anyway.. thank you all. . semoga persahabatan dan rasa kekeluargaan ini akan terus ada di hati kita ^_^
August 27th, 2010 — Misc
August 25th, 2010 — Misc
Video Last Lecture kan populer tahun 2007, kenapa baru nulis tentang Randy sekarang? Jujur aja, waktu itu gue gak terlalu merhatiin kehebohan Last Lecture. Gue kira waktu itu it’s just another The Secret, dan gue gak suka dengan motivator atau self development gurus. Hikmah itu menurut gue gak berbentuk untaian kata mutiara dengan jargon2 artifisial. Gue justru lebih sering merasakan bagaimana Allah slaps me on the face lewat kata-kata yang gue lihat di jendela chat, buku, lagu, kadang malahan dialog film. It feels like a slap karena entah bagaimana bisa gue relasikan dengan pertanyaan yang sedang mengganjal saat itu di hati gue.
And that’s exactly how I knew Randy Pausch. Setelah tahu gue dapat beasiswa Depkominfo, sebenarnya gue bingung banget karena tak lama setelah itu ibu sakit parah dan butuh biaya besar. Kalau gue pergi berarti kan harus meninggalkan kemapanan kerja dan yang lebih berat lagi, keluarga. Tapi kemudian, sewaktu mencari informasti tentang CMU, gue menemukan video Randy Pausch di YouTube. Bukan Last Lecture, tapi rekaman graduation speech yang Randy berikan ke wisudawan CMU tahun 2008. Di video itu Randy sedang menjalani bulan kesembilannya sejak dia divonis dokter hanya akan hidup antara tiga sampai enam bulan. Dan gue gak akan pernah lupa apa yang dia pesankan ke para wisudawan, “I assure you I’ve done a lot of really stupid things, and none of them bother me. All the mistakes, and all the dopey things, and all the times I was embarrassed — they don’t matter. What matters is that I can kind of look back and say: pretty much any chance I had to do something cool I tried to grab for it — and that’s where my solace comes from.”
Saat itulah gue bertekad untuk selalu memilih untuk melakukan something cool setiap ada kesempatan. Untuk ngga pernah takut memilih untuk mengikuti passion. Seperti kemudian Randy melanjutkan, “We don’t beat the reaper by living longer, but by living well, and living fully — for the reaper will come for all of us. The question is: what do we do between the time we’re born and the time he shows up.”
Bukan sembarang passion tentunya. “That passion will be grounded in people. It will be grounded in the relationships you have with people and what they think of you when your time comes.” Dan melihat bagaimana di video itu, begitu banyak orang tersentuh serta bagaimana Randy mengakhiri pidatonya dengan ciuman mesra kemudian menggendong istrinya, gue tahu bahwa di hidupnya yang relatif singkat Randy telah meninggalkan warisan luar biasa untuk orang-orang di sekitarnya.
Sekarang setelah gue menjadi mahasiswa CMU, gue jadi makin tahu orang seperti apa Randy Pausch. Bagaimana dia menciptakan Alice, bagaimana dia menyuruh dosen junior yang ingin tahu rahasia cepatnya dia menjadi profesor untuk datang ke kantornya jam 10 malam di hari Jumat karena dia masih bekerja jam segitu. Tidak ada contoh yang lebih baik untuk menggambarkan nilai-nilai CMU selain pribadi Randy Pausch. Wit, perseverance, dan courage untuk mengejar mimpi dan memberi manfaat membuat semua keluarga CMU belajar banyak bahkan setelah dia meninggal.
It’s not about how to achieve your dreams. It’s about how to lead your life. If you lead your life the right way, the karma will take care of itself. The dreams will come to you~ Randy Pausch, 1960-2008
August 25th, 2010 — Misc
August 24th, 2010 — Misc
SEKITAR satu bulan lalu di sebuah kafe di bilangan Gejayan, Jogja, tanpa sengaja saya berkenalan dengan sosok perempuan biasa dan wajar. Ia tampak biasa. Perempuan muda, cantik, menarik, laiknya perempuan Jogja lainnya dengan senyum simpul di tiap akhir patah kata. Wajar bukan? Namun saya salah besar, ada yang berbeda dengan perempuan berkulit hitam manis ini. [...]
August 20th, 2010 — Misc

Balapan Terbang
Beberapa waktu lalu, foto detik-detik perburuan elang botak bondol ini sempat populer. Sebagai penggemar kehidupan liar dan burung-burung pemangsa, lihat foto ini kaya anak kecil dapet es buah di bulan puasa
. 1 menit kemudian, 1 foto sudah bertengger di wall paper komputer saya. Elange keren, Rek! Sekali-sekali pingin nyoba terbang lepas di pinggir laut kaya gitu. Haha…
Dilihat-lihat tiap hari. Kok ngrasa ada yang beda. Kayaknya, lebih seru jadi si burung kecil. Hidupnya penuh tantangan. Coba bayangin… Untuk si elang, perburuan ini hanya urusan makan siang. Buat si burung kecil, ini urusan hidup mati, bahkan bisa jadi menyangkut hajat hidup anak-istrinya (apalagi di kasus ini, si burung kecil ‘berhasil’ jadi makan siang). Coba banyangkan lagi, betapa puasnya jika si burung kecil berhasil lolos dari elang yang besar. Dan bandingkan berapa kepuasan yang didapat elang bila berhasil menyergap si burung kecil.
Nah, kalau sampeyan, milih yang mana?
Filed under:
Cerita Hari Ini Tagged:
elang,
makan siang,
tantangan