TEGAS

Perasaan berkecamuk saat mendengar pidato presiden terkait konflik dengan Malaysia. Aku bingung kenapa sekelas presiden, pernyataan yang keluar hanya seperti itu. Kali kedua, aku kembali kecewa terhadap pidato yang disampaikannya setelah kasus Centruy yang menghebohkan.

Apa sih kurangnya negeri ini sebagai basis argumentasi diplomasi ‘hard power’? ini bukan berarti perang! Tapi, ketegasan! Ketegasan seorang panglima tertinggi yang menyampaikan pidatonya di Mabes TNI. Seperti kehilangan ruh, jiwa, dan kebanggaan aku mendengar pidatonya. Kehormatanku sebagai warga negeri ini terluka.

Seharusnya emang gimana pidato yang tegas? Sederhana, pertama, kalau pun sengketa perbatasan belum tuntas, tarik duta besar kita dan pulangkan duta besar mereka. Nota protes, surat, dan dokumentasi lainnya seperti tidak cukup untuk memberi efek jera terhadap negeri jiran ini. Kedua, penghentian sementara pengiriman TKI sampai jelasnya perlindungan hukum dan profesionalnya jasa pengiriman TKI di dalam negeri. Kita sudah bosan mendengar kabar duka yang selalu mengiringi keheban pahlawan devisa

Ketiga, bila langkah-langkah di atas belum juga ditindaklanjuti secara strategis, bisa dilanjutkan kepada bentuk advokasi pengadilan internasional, menghentikan pengiriman TKI, boikot produk-produk, nasionalisasi aset, penyiapan pasukan khusus di garis terluar untuk mengatasi psy war dan agresi mereka.  Konsekuensinya? Pasti ada dan banyak…kenapa ngga? Harkat dan martabat bangsa ini tidak ada harganya.

Bangsa ini sudah kronis, bila tidak segera disembuhkan akan semakin bahaya. Persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa menjadi bagian penting proses penyembuhan ini. Tidak lain, tidak bukan, bila kita ingin kuat dan hebat, kita harus bersatu.

Kalau pun ada salah satu bagian yang harus diamputasi, akan tetap kita lalui agar penyembuhannya lebih sempurna dan keadaaannya jadi lebih baik.

Bangsa ini dibangun dengan kebesaran sejarah para pendirinya, yang rela dan ikhlas mengorbankan semua milikinya. Sekarang waktunya, sebagai pewaris dan generasi masa depan Indonesia membuktikan bahwa kita bisa melakukan yang terbaik dan lebih baik dari para pendahulu.


my first posting with my blackberry

Posting thousand of words in blog is really fun. You can share your experience, thought, and vision. Now, with bb, I can post something anywhere-anytime..

Posted with WordPress for BlackBerry.


Ramadhan..Mau!

Akhir ramadhan kali ini, aku bener-bener sangat menikmati aktivitas intelektual yang luar biasa. Mulai dari membaca, diskusi, menulis, mengisi, hingga membangun jaringan untuk memperkuat usaha yang sedang dibangun. Kembali kuhaturkan rasa terima kasih kepada Pemilik Alam Semesta dan ruh hambanya. Subhanallah…

Untuk membaca, sepertinya memang kufokuskan untuk mendukung data skripsi dan materi bagi para mahasiswa baru yang terkait dengan kepemimpinan, mahasiswa berprestasi, dan gerakan mahasiswa. Selain itu, beberapa bacaan lainnya seperti Qur’an, novel, buku-buku teknologi dan bisnis kulakoni untuk mengimbangi bacaan mainstream, yakni politik.

Sedangkan diskusi, intensitas  terjadi ketika membahas dan mendesain platform sebuah partai politik. Sangat menarik, memprediksi sekaligus menganalisis masa depan dan berbagai kemungkinan  yang akan terjadi. Dengan tim yang tak terlalu banyak, tapi, berkualitas dan kerjanya efektif, dalam dua hari kami sudah menuntaskan kerangka dan substansi yang dimaksud.

Untuk menulis, sudah kuniatkan, selain menyelesaikan skripsi, akan kucoba hasilkan di akhir tahun nanti sebuah trilogi untuk mahasiswa Indonesia tercinta. Karena ada rasa sedih yang tertinggal bila ketika melepas status mahasiswa, tidak diiringi karya (masterpiece) khusus untuk mereka.

Berikutnya, mengisi. Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, interaksiku berbicara cukup intens dengan berbagai pembicara yang memiliki latar belakang berbeda dan luar biasa. Mulai dari calon presiden, pelawak, penulis, pengusaha, aktivis, akademisi hingga PNS. Unik…dan menarik mencermati pola fikir dan logika yang dibangun oleh mereka.

Terakhir, membangun jaringan…sepertinya dunia itu kecil dan sederhana. Hanya dimiliki beberapa orang saja. Kenapa? Yaa…jawabya, karena semuanya tersimpul acak namun rapi (bingung khan…ngga apa2..hehe)…dengan jaringan. Semua dibatasi dan diatur oleh sekelompok manusia-manusia strategis yang memiliki kemampuan memahami dan berinteraksi multi dengan siapapun.

Mungkinkan kita melakukannya…dan berikutnya bukan hanya siap menjadi network builder..but King Maker’s…I hope so guys…we will see …


Evaluasi

Menemani mahasiswa, selalu menjadi saat-saat terindah dalam hidupku. Khusus untuk para mahasiswa baru, keadaan ini benar-benar mencapai titik temu. Selain menerima energi positif dari mereka, Aku belajar banyak hal dari setiap interaksi ini, antusiasme, optimisme, ketulusan untuk belajar, dan gairah intelektual terasa begitu kuat kuterima. Jujur, saat-saat seperti mereka sangat kurindukan sekali.

Ada beberapa hal, yang ingin kusampaikan dalam catatan kali ini. Pertama, acara yang dilaksanakan untuk menyambut mahasiswa baru di UGM. Kedua, terkait dengan substansi acara. Dan ketiga, berkenaan dengan follow up terhadap para peserta.

Untuk yang pertama, secara keseluruhan, acara yang didesain oleh para panitia sudah cukup baik dan luar biasa. Namun, sayangnya, kurang diikuti dengan profesionalisme kerja yang optimal. Bagaimana mungkin acara bisa maksimal, bila peralatan plus teknis di lapangan kacau?

Kedua, pengisi acara dan materi yang dibawakan sudah cukup bagus. Hanya saja, model penyampaian masih kurang atraktif disebabkan minimalnya kejelasan desain acara di dalam TOR. Berikutnya, sambutan dan apresiasi yang diberikan kepada para pengisi acara. Sering orang-orang yang datang dari jauh, disia-siakan. Padahal keberadaan mereka dinantikan oleh semua bukan hanya mahasiswa.

Ketiga, Maba yang penuh energi positif ini, idealnya disalurkan langsung dalam berbagai aktivitas, agar kelanjutan pemahamannya tentang kampus utuh dan jelas. Bisa dalam bentuk mentorship atau supervisi kegiatan yang sifatnya rutin di luar aktivitas akademik.


Hiking at Cikuray Mountain – Garut, West Java

summit attack

Heu… naik gunung? Bisa gak ya… hmm… ayo dicoba deh… terus terang ini pertama kalinya ak naik gunung di Indonesia..hehehe sebelumnya ak pernah naik gunung alpen di swiss.. gaya nya… kalo di swiss ada kereta gantungnya..trus baru jalan trecking.. sampai ke puncak… seru!! Dan berharap naik gunung kali ini juga sama… kita lihat saja nanti… bagaimana ceritanya.. lets cekidot…
Perjalanan kali ini Lagi-lagi berangkat dengan teman-teman kantor. laki-laki semua. dalam arti yang sebenarnya..(loh.. hahaha) yang ikut ada ak, billy, sigit, kang firman, aip, kang jaji, mas untung, mas ael, mas ari, dipandu oleh bang yasin. Sip… persiapan dilakukan dengan mantap, dari sisi logistic, berbagai macam makanan dibawa, mulai dari nugget, sosis, beras, snack, kopi, the, gula, wah..pokoknya kita mau pesta deh di atas gunung.. dari sisi peralatan lainnya, kita sudah nyiapin tenda, jerigen air, matras, sleeping bag, permen, balsam, salep, macem-macem lah siap tempur.. mau tau bawaanku kayak apa? Ak bawa banyak kaos, baju, snack, bahkan nutrisari 1 liter pun aku bawa. Total di carrier beratnya mencapai 16 kg. wew… berat.. tapi harus terlihat cool.. hahaha… biar keren dan dianggap sebagai lelaki sejati… hahaha…
Kami berangkat di hari jumat malam, dan rencananya minggu malam sudah kembali di bogor. Sebelum berangkat, kami di-briefing oleh kang yasin. Selanjutnya foto bersama. Jam 10 tepat kami keluar dari kantor, Kami mencarter angkot sampai ke perempatan ciawi. Dari sana kami akan mencegat bus kea rah garut. jam 11 malam, kita baru mendapatkan bus. Alhamdulillah.. sebenernya udah hopeless.. ya kalo gak dapet bus.. kita camping di puncak aja.. hahahaha… ak menegak pil tidur biar bisa terlelap di bus.. dan sukses.. pil bekerja dengan baik… sampai di garut tepat jam 4 pagi. Dari terminal bus, kami mencarter angkot lagi hingga batas pos perkebunan teh. Angkot tidak bisa lebih jauh lagi, karena trecknya sudah tidak bisa dilalui mobil. Sampai di pos, kami melaporkan diri sekaligus sekalian sholat subuh, dan menghangatkan dengan indomie, tak lupa kami beli sayur mayur untuk bikin sop di gunung.. mantap ^¬¬_^. Sampai tahap ini, semua masih sumringah… terlihat gunung cikuray tinggi menjulang. Dan saya sendiri bilang.. oh..deket.. tuh keliatan… hahaha…
Kami mulai berangkat menyusuri kebun teh tepat di pukul 8 pagi. Tujuan kami adalah ke stasiun relay. Ini adalah pos terakhir sebelum kita benar-benar naik ke puncak gunung. Dari pos kebun teh keliatan kok… estimasi sampai disana adalah jam 10. Artinya 2 jam perjalanan. Kita lihat saja… yeay.. perjalanan dimulai… naik-naik.. ke puncak gunung.. tinggi..tinggi sekali.. kiri-kanan kulihat saja banak pohon cemara… tralala..trilili… jam sudah menunjukkan pukul 10. Kok ternyata gak nyampe2 ya… badan udah mulai pegel karena ngangkut carrier seberat 16 kg. huah…. Ternyata kita akhirnya baru nyampe di stasiun relay pada pukul 12 siang… OMG.. it means kita jalan udah 4 jam sendiri.. itupun perlu dicatat.. belum memulai pendakian.. hahaha..
Sampai di stasiun relay, kami mengisi air. Karena menurut bang yasin, di puncak, kita tidak akan menemukan sumber air lagi.. selain itu, kami makan siang dengan menu sop dan indomie… mantap.. that’s one of the best soup I’ve ever taste. Hahaha… selanjutnya kami sholat dan segera berkemas untuk siap berangkat. Di stasiun relay, kami bertemu dengan tim SAR yang sedang mencari orang hilang di gunung cikuray… eng ing eng… what! Orang hilang.. wah… ternyata medannya gunung cikuray cukup berbahaya, hutannya rapat, hutan basah, pendakian terjal. Heu…. Tetap semangat.. la wong dah sampe sini masa mau balik…
Pukul 2 siang, kami mulai naik ke atas. Terus terang mulai detik itu, aku tidak bisa senyum. Karena terbayang betapa tingginya gunung cikuray dan medan yang kami tempuh sepertinya tidak mudah. Pada awalnya, kami janjian setiap setengah jam sekali, kami akan berhenti untuk istirahat. Di setengah jam pertama, mekanisme ini berlaku. Tapi selanjutnya, semakin naik ke atas, semakin sering kami…oh..lebih tepatnya saya yang istirahat. Hamper setiap 5 bahkan 10 menit, saya minta break untuk istirahat.. di sini saya mendapatkan banyak pelajaran… dan memang mental benar-benar diuji.. sempat terpikirkan olehku, “ya ampun..ngapain cape-cape begini naik gunung… mending dirumah.. enak..”kaki benar-benar sudah mulai pegal, asam laktat yang menumpuk dipersendian kaki sudah tertumpuk sedemikian menumpuk… huh… benar-benar.. membuat diri saya begitu lemah diantara yang lainnya. Rekan2 lainnya masih bisa nyanyi-nyanyi dan ngobrol…saya? Sama sekali tidak.. bahkan untuk membuang energy untuk tersenyumpun rasanya malas sekali… muka saya benar-benar pucat karena kelelahan… konsumsi air minum tim menjadi diluar perkiraan, karena kita banyak minum, akibat banyak beristirahat. minuman mulai dari air putih, pocari, extra joss.. keluar semua.. termasuk persediaan coklat.. ludes.. wah.. memang banyak menguras energy… Saya benar-benar menjadi bottle neck saat pendakian ini…hosh… (- -“) maafkan ya kawan..
Saat naik gunung, saya diminta untuk melihat pandangan ke bawah saja. Langkah kecil setapak demi setapak saja… ah…. Tapi hidup ini seperti mendaki gunung memang… jangan terlalu sering melihat ke atas, lihatlah ke bawah. Karena suatu saat, kita pasti kan sampai di puncak. Saat-saat seperti ini juga membuat kami menjadi semakin dekat seperti saudara. Yang kuat membantu yang lemah. Saling mengisi untuk kepentingan bersama. Dan semakin yakin bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuasaan Allah sang pencipta… rasanya benar-benar mau pingsan.. haah…
Total perjalanan dari stasiun relay hingga puncak bayangan sekitar 7 jam perjalanan.. itu padahal belum sampai ke puncak benerannya lo… karena waktu yang sudah terlalu larut malam, saat itu pukul 8 malam. kami sepakat untuk bikin camp di puncak bayangan. Esok pagi saja kita ke puncak benerannya… sebenernya udah deket.. tapi itu deket menurut siapa ya… hahaha..kita liat aja besok..
Malam itu, kami diberi tugas.. ada yang membuat tenda, ada pula yang memasak.. kebetulan banget..aku di bagian yang masak-masak…asyik… yeay… suhu udara di saat itu sekitar 14 derajat.. sangat dingin menusuk ke tulang.. padahal udah pake pakaian super lengkap dan super ketutup untuk menghindari dingin..tapi tetep aja..tembus! hidung pun diberikan koyo, supaya tidak mampet dan tetap hangat… saat digunung seperti ini, hal yang dimasak pertama kali adalah air panas.. karena dengan demikian, kita bisa membuat berbagai jenis minuman sebagai pengganti energy secara cepat setelah pendakian. Menu malam itu adalah cumi saus tiram, nasi yang akhirnya jadi nasi pera… hahaha…trus telor orak-arik, tempe pedas.. serta sarden… hiuh…mantap…
Malam kian larut, jam menunjukkan pukul 12 malam. Setelah sholat di dalam tenda, saya pun tidur, dengan sleeping bag..itupun masih menggigil….hua… paginya, setelah sholat shubuh di dalam tenda, saya kembali menjadi tim masak. Kali ini menunya adalah roti dan lain sebagainya. Ohya… sebelum melanjutkan pendakian sampai puncak yang benerannya..kita pemanasan dan membuat games kecil… seru!!! Setelah siap, kami naik ke puncak. Kali ini kami tidak membawa carrier. Ternyata jalan ke puncak masih ditempuh dalam waktu 45 menit. Wah…ini sih kalo kita pas malem maksa naek.. bisa 2 jam-an pas di puncak… heuheu…
Sampai di puncak… saya benar-benar tak bisa berucap apa-apa selain berzikir terhadap kebesaranNya. Subhanallah..luar biasa… terbayar semua kelelahan saat mendaki.. pemandangan yang dapat dilihat dari ketinggian lebih dari 4800an m dpl sangat luar biasa…. Allahuakbar! Ini dia yang membuat naek gunung menjadi semacam hobi yang membuat candu… tapi eits..itu tidak berlaku untuk saya… hahaha…cukup sekali ini saja ya… sebelumnya, saya selalu berpikir kalau orang naek gunung itu hal sepele dan cukup untuk orang yang kurang kerjaan.. tapi sejak saat itu… mindset saya seketika berubah… salut dan hormat saya bagi para pecinta alam.. yang suka naik gunung.. kalian sungguh hebat! Sungguh! Empat jempol saya kasih… (^_^)
Di atas, terlihat berbagai puncak gunung di sekeliling cikuray, mulai dari gunung ciremay, gunung gede, gunung papandayan, gunung tangkuban perahu, gunung satria, dan gunung-gunung lainnya…subhanallah..belumlagi pemandangan kota garut dari atas yang luar biasa…indah sekali…tiada duanya… seperti di tipi-tipi… dan seperti di atas pesawat.. hahaha…
Setelah puas menikmati pemandangan, sekaligus foto-foto, minum the hangat, minum jus jeruk.. kami pun turun ke bawah, ke puncak bayangan. Kalau tadi naiknya 45 menit, ternyata turunnya hanya butuh 30 menit. Dan tidak secapai pas mendaki.. hehehe..alamat baik nih…
Sampai di puncak bayangan, kami segera berkemas dan makan siang.. menu kami kali ini adalah nugget, sarden, mie, sosis… mantap.. kali ini saya benar-benar bodoh.. ternyata sebagain besar isi carrier saya tidak terpakai. Karena isinya baju dan celana yang ternyata tidak saya gunakan juga pada akhirnya… hahaha.. it means pas bawa 16 kg, yang terpakai hanya sekitar 1/10 dari yang saya gunakan.. sisanya tidak terpakai…hahahaha baru sadar sekarang.. telat banget… hoho.. (-_ -“)
Jam setengah 2 siang kami memulai menuruni gunung… tebak..berapa waktu yang kami butuhkan untuk sampai ke stasiun relay?… hahaha.. ternyata hanya 2.5 jam saja…. Ampun deh… benar2 sampai lebih dari 2 kali lipat dibanding saat pendakian yang memakan waktu 7 jam.. ye ye ye…. untuk turun gunung, yang dibutuhkan adalah pengereman yang bertumpu pada lutut. Wuih… pas sampai di stasiun relay.. rasanya kaki udah pengen copot aja.. lutut mati rasa… hadooh…
Dari stasiun relai, kami menghabiskan sisa persediaan logistic.. selanjutnya, sekitar jam setengah 5 sore, kami bersama timSAR turun ke bawah. Kami berjalan dari stasiun relai hingga rumah penduduk. Selanjutnya dilanjutkan dengan naik mobil pick up terbuka… haa… indahnya.. terlihat dari kejauhan.. gunung cikuray menjulang tinggi… ya ampun.. gak nyangka.. kita kan abis sampai di puncak gunung itu.. wa… sampai di terminal bus garut, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk beli oelh-oleh dodol garut, dan mengisi perut yang sudah keroncongan.. anyway setelah itu, pas jam 9 malam, Kami tidak mendapatkan bus yang langsung lewat bogor.. tapi kami mendapatkan bus yang ke kampung rambutan.. ya udah lah ya… alhasil..sampai bogor jam 3 pagi.. dan jam setengah 10 pagi… harus masuk kantor!! Hahaha…kebayang kan… gemana capenya… dan yang lucu…pas naek tangga itu lo…jalannya harus bener2 pelan..karena sakitnya baru berasa… dan tau nggak…sakitnya baru hilang satu minggu kemudian… hehehe… benar2 menjadi pengalaman yang tak terlupakan.. ^_^


Trip to Paris van Java

Yeay….. kita ke bandung! Hmmm (_ _”) sebenernya biasa aja sih… hehehe, tapi gak tau kenapa perjalanan ke bandung kali ini begitu berbeda. Ada beberapa alas an. 1) karena pergi bareng temen-temen, 2) karena kita akan muter-muter tanpa harus memikirkan waktu dan uang (hahaha..sombong..!). perjalanan kita ke bandung sebenernya dadakan. Hanya kurang dari seminggu, kita berencana, dan akhirnya jadi. Menurut senior kami, ci Karen, ini adalah prestasi… kok bisa? Soalnya jaman dahulu kala (lebay….) pengen pergi kemana-mana tuh gak pernah jadi. Pasti bentrok jadwal dan akhirnya gak jadi berangkat. Tapi sekarang ini… kita sudah pergi bareng-bareng ke pulau tidung, sekarang ke bandung.. dan nanti di bulan oktober 2010.. kita akan ke pulau karimun jawa!! Hehehe…
Peserta hang out ke bandung kali ini ada Saya, Chandra, aldi, yudis, adeline, hesti, Karen, ivana, dan rina. semuanya teman atau lebih tepatnya sahabat atau bisa juga disebut keluarga sekantor. Karena kita menganggap yang senior adalah kakak dan yang junior sebagai adik.. indah sekali bukan… hahahaha…
Kami berangkat hari jumat sore, setelah pulang kantor. Saya, hesti, dan adel naik travel cipaganti. Langsung dijemput dari kantor. Sedangkan yang lain menyusul berangkat dari Jakarta dan pergi ke bandung menggunakan mobilnya yudis.. selepas berangkat dari kantor, travelnya kita minta tolong untuk ke kosannya adel. karena dia ketinggalan kunci rumahnya. Alhamdulillah rayuan adel berhasil. bapak supirnya mau… hehehe…
Travel cipaganti ini menggunakan mobil Hyundai yang gede itu… muatnya kalau penuh bisa 10 orang-an. Pas kita berangkat, penumpangnya ada 7 orang termasuk kita. Jadi cukup lega dan gak perlu bersesakan. Rute yang diambil melewati rute puncak. Sambil menikmati perjalanan, yang berisik Cuma kita bertiga. Yang lain mingkem karena emang yang berangkat grup Cuma kita bertiga.. kita banyak ngobrol waktu masih kuliah… ha…. Tak perlu dibeberkan di sini sepertinya… biarlah memori indah itu tersimpan dalam hati… halah..halah…
Gak berasa kita udah sampai bandung jam 10 malam. Persis diantar sampai tepat di depan rumahnya adel. Rumah dia yang dibandung di daerah setra duta. Sekitar 15 menit dari pintu tol Pasteur. Setelah beberes dan sholat, kita diajakin adel ke itb. Karena hari ini persis malam perpisahan untuk yang mau diwisuda besok. So… kemungkinan besar, bandung kota bakal macet besok.. karena lebih dari 1000 mahasiswa akan diwisuda di itb besok. Malam perpisahan di jurusannya adel, teknik kimia menurutku sih unik. Dan suasana ini yang ga ada di ipb. Suasana dimana sang adik kelas yang paling junior mempersembahkan suatu acara untuk kakak kelasnya yang mau diwisuda. Suasana dimana sang kakak kelas bisa mengenang memori-memori indah saat masih kuliah. dan bisa bercerita kepada adik-adik mereka betapa perjuangan ini bisa dilewati. Di acara tersebut kita gak lama, Cuma sekitar setengah jam. Setelah itu,kita sedikit keliling kampus… dan akhirnya menjemput rekan-rekan yang lain yang ternyata juga sudah sampai di bandung.
Sebelum tidur, kita mengatur siasat untuk memaksimalkan waktu di bandung esok hari. Karena kita gak kepengen terjebak macet dan buang waktu di jalan..Let see…
Sebelum jam 6 pagi semuanya sudah bangun… dan pas jam 7.30 kita mulai berangkat….
Spot Pertama, kita nyari sarapan… pilihan jatuh ke tempat sarapan di sekitar gereja katoliknya adel.. di daerah lembang. Sistemnya kita beli beda-beda, dan kita nyobain semua makanan yang kita beli.. hehehe.. alhasil, mantap kali… kita berhasil nyobain pastel dan risoles isi keju dan daging, kupat tahu, batagor, sate ayam, serta mie kocok… mantap!
Perjalanan ke spot kedua adalah ke De-Ranch Lembang. Yang ini seru… karena dengan biaya 5 ribu, kita bisa dapet susu sapi dengan berbagai rasa sejumlah satu gelas dan tempat foto yang oke… konsep tempat ini adalah dibuat seperti ranch. Jadi lengkap, mau naik kuda, gerobak, dan permainan ala outbond ada juga.. tidak ingin berlama-lama, kita segera angkat kaki dari sana.. karena pengunjung sudah semakin ramai..
Spot ketiga adalah tahu susu lembang. Di tempat ini, kita bisa melihat bagaimana proses pembuatan tahu dari awal hingga akhir, termasuk gratis untuk nyobain tahu yang baru matang.. fresh from the oven… waw… di tempat ini kita nyobain aneka tahu. Mulai dari tahu goreng, tahu jamur goreng, ketoprak kacang mede dengan suiran tahu, kerupuk tahu, dan aneka pertahuan yang lain. Sekalian juga beli oleh2 untuk keluarga di rumah.
Hari sudah mulai siang. Sekitar jam 11. Akhirnya kita memutuskan untuk segera mengunjungi spot keempat. Namanya saung wargi. Di sini kita akan memancing ikan dengan sensasi yang berbeda. Karena area pemancingannya dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi yang indah banget.. subhanallah… dan yang serunya lagi…kita akan makan siang dengan hasil pancingan kita sendiri… asyik! Tangkapan ikan hari ini cukup banyak, kita dapat sekitar 5 ikan yang cukup besar dalam waktu kurang dari 1 jam… ikan yang disajikan dalam bentuk digoreng dan dibakar. Plus, kita memesan cah kangkung, sambal lalapan, genjer, dan tahu-tempe. Mantap kali…. Ditambah lagi, ada yang bayarin…hahaha…makasih ya Chandra! Kita akan siapin surprise untuk kamu lo…
Sekitar pukul 2 siang, kami chaw untuk pergi ke kota.. menuju spot kelima. menjemput aldi. Soalnya dia baru dari malang.. pas turun dari lembang, kami sedikit kena macet.. tapi masih tetep bisa jalan merayap. Kita ketemuan sama aldi di mal paris van java. Konsep mall ini kayak di farmers marketnya-california.. hehehe… di sana, kita beli perbekalan, trus makan donat di Jco, minum kopi di starbuck, alah… gaya nya… ya sekali-sekali gak papa toh…
Puas keliling dan foto-foto di PVJ, kami jalan lagi ke spot keenam. Kali ini kita ke gallerynya nuarta. Letaknya di komplek setra duta. Gallery ini terkenal loh… pak nuarta ini yang bikin patung GWK di bali, trus dia yang bikin patung sepeda “rush hour” itu.. pokoknya terkenal lah kalo gak percaya cari di mbah google aja… pas banget di sana rupanya ada juga yang sedang bikin wedding party dengan konsep outdoor. Keren… puas foto-foto di gallerynya sampe kita diusir..hahaha. kita pun kembali lagi ke rumahnya adel untuk beberes, bersih-bersih, dan sholat. Karena selanjutnya kita akan makan malam di daerah dago atas.
So, ini adalah spot ketujuh. Kita makan di resto the valley.. tempatnya keren banget… suejuk… karena bener-bener makan di atas gunung, dengan pemandangan kerlap=kerlip kota bandung… romantic banget lah tempatnya… suasanya pun hanya diterangi dengan lilin-lilin di meja, dan ratusan lampu kecil di atas pohon… hmm… perfect.. resto ini menyediakan makanan mulai dari asian, Indonesian, hingga western. So, pilihannya benar-benar various.. ada yang pesan tomyam, risoles, pasta, steak, dan lainnya. Waw… mantap..! ohya di sana kita juga ngasih surprise ke aldi dan Chandra. Kue ulang tahun yang dibawakan sama karyawan resto ini… hehehe.. serunya… ohya dan yang lebih penting lagi.. kita ketemu dengan sandi!!… wah.. senangnya…
Keesokan paginya aku harus pulang duluan. Karena salah satu teman baik waktu di sma ku menikah.. jam 6 pagi sudah berangkat dari bandung. Dan jam 8 pagi sudah sampai bogor. Wew… tadinya pengen tidur malah gak bisa tidur.. karena mual-mual saking cepetnya tuh mobil…
Anyway.. thank you all. . semoga persahabatan dan rasa kekeluargaan ini akan terus ada di hati kita ^_^


Innalillahi

Bersyukur…kemarin melewatkan waktu berbuka dengan seorang Saudara perjuangan di tempat yang cukup nyaman dan istimewa. Kami berbagi cerita dan melewati senja bersama…tak disangka waktu berbuka tiba diiringi kedatangan para Saudara lainnya.

Aku sempat ragu untuk berjalan melalui pintu dan melewati seorang penjaga. Ia bertanya, kami siapa? dan darimana? Saudaraku menjawab, ‘dari sana’….ooo..silahkan, dengan tatapan elang yang tajam, namun tak menghujam. Setelah berhasil, kami pun membantu menyelesaikan kewajiban rekan-rekan sang penjaga, yang sudah rela menghabiskan waktunya untuk ‘menghidupi’ kami sementara.

Fase demi fase kami lalui dan berakhir dengan senyuman bangga. Selain Karena kami sudah membantu memenuhi kewajiban ‘mereka’, ada perasaaan puas yang hadir.

Dalam jeda, Aku bertanya, inikah yang selalu melupakan manusia dan kita semua? Yaa..Ketika dunia setia dan selalu menyapa..sepertinya hanya ada suka…tanpa cela. Tertawa dan bahagia.. merasa bahwa semua telah dimiliki… dan kini menyatu dalam harmoni imaji dan materi. Innalillahi..


Belajar dari Randy Pausch

Video Last Lecture kan populer tahun 2007, kenapa baru nulis tentang Randy sekarang? Jujur aja, waktu itu gue gak terlalu merhatiin kehebohan Last Lecture. Gue kira waktu itu it’s just another The Secret, dan gue gak suka dengan motivator atau self development gurus. Hikmah itu menurut gue gak berbentuk untaian kata mutiara dengan jargon2 artifisial. Gue justru lebih sering merasakan bagaimana Allah slaps me on the face lewat kata-kata yang gue lihat di jendela chat, buku, lagu, kadang malahan dialog film. It feels like a slap karena entah bagaimana bisa gue relasikan dengan pertanyaan yang sedang mengganjal saat itu di hati gue.

And that’s exactly how I knew Randy Pausch. Setelah tahu gue dapat beasiswa Depkominfo, sebenarnya gue bingung banget karena tak lama setelah itu ibu sakit parah dan butuh biaya besar. Kalau gue pergi berarti kan harus meninggalkan kemapanan kerja dan yang lebih berat lagi, keluarga. Tapi kemudian, sewaktu mencari informasti tentang CMU, gue menemukan video Randy Pausch di YouTube. Bukan Last Lecture, tapi rekaman graduation speech yang Randy berikan ke wisudawan CMU tahun 2008. Di video itu Randy sedang menjalani bulan kesembilannya sejak dia divonis dokter hanya akan hidup antara tiga sampai enam bulan. Dan gue gak akan pernah lupa apa yang dia pesankan ke para wisudawan, “I assure you I’ve done a lot of really stupid things, and none of them bother me. All the mistakes, and all the dopey things, and all the times I was embarrassed — they don’t matter. What matters is that I can kind of look back and say: pretty much any chance I had to do something cool I tried to grab for it — and that’s where my solace comes from.”

Saat itulah gue bertekad untuk selalu memilih untuk melakukan something cool setiap ada kesempatan. Untuk ngga pernah takut memilih untuk mengikuti passion. Seperti kemudian Randy melanjutkan, “We don’t beat the reaper by living longer, but by living well, and living fully — for the reaper will come for all of us. The question is: what do we do between the time we’re born and the time he shows up.”

Bukan sembarang passion tentunya. “That passion will be grounded in people. It will be grounded in the relationships you have with people and what they think of you when your time comes.” Dan melihat bagaimana di video itu, begitu banyak orang tersentuh serta bagaimana Randy mengakhiri pidatonya dengan ciuman mesra kemudian menggendong istrinya, gue tahu bahwa di hidupnya yang relatif singkat Randy telah meninggalkan warisan luar biasa untuk orang-orang di sekitarnya.

Sekarang setelah gue menjadi mahasiswa CMU, gue jadi makin tahu orang seperti apa Randy Pausch. Bagaimana dia menciptakan Alice, bagaimana dia menyuruh dosen junior yang ingin tahu rahasia cepatnya dia menjadi profesor untuk datang ke kantornya jam 10 malam di hari Jumat karena dia masih bekerja jam segitu. Tidak ada contoh yang lebih baik untuk menggambarkan nilai-nilai CMU selain pribadi Randy Pausch. Wit, perseverance, dan courage untuk mengejar mimpi dan memberi manfaat membuat semua keluarga CMU belajar banyak bahkan setelah dia meninggal.

It’s not about how to achieve your dreams. It’s about how to lead your life. If you lead your life the right way, the karma will take care of itself. The dreams will come to you~ Randy Pausch, 1960-2008


Antara

Aku merasakan malam yang dingin…menggigil karena ketakutanku berubah menjadi kebahagiaan yang tak beralasan. Terus berulang ketika meraja dalam senyap semesta. Peraduan malam yang mengharuskan ku istrahat tak mampu meluluhkan penat yang sudah menjalar ke seluruh tubuh ini. Entahlah..sampai kapan terus seperti ini.

Aku mencoba kembali mengalihkan semua energi itu kepada fokus yang berbeda. Ia tetap menghampiri…

Hari ini memang tak banyak aktivitas fisikku, hanya rutinitas fikir yang terus bekerja. Mungkin ini bisa menjadi penyebabnya. Potensi  sekaligus keterbatasanku. ..yang kini membuatku berada di antara…


Hartini van Rijssel

SEKITAR satu bulan lalu di sebuah kafe di bilangan Gejayan, Jogja, tanpa sengaja saya berkenalan dengan sosok perempuan biasa dan wajar. Ia tampak biasa. Perempuan muda, cantik, menarik, laiknya perempuan Jogja lainnya dengan senyum simpul di tiap akhir patah kata. Wajar bukan? Namun saya salah besar, ada yang berbeda dengan perempuan berkulit hitam manis ini. [...]

Pilih Mana? Makan Siang atau Tantangan?

Balapan Terbang

Beberapa waktu lalu, foto detik-detik perburuan elang botak bondol ini sempat populer. Sebagai penggemar kehidupan liar dan burung-burung pemangsa, lihat foto ini kaya anak kecil dapet es buah di bulan puasa :mrgreen: . 1 menit kemudian, 1 foto sudah bertengger di wall paper komputer saya. Elange keren, Rek! Sekali-sekali pingin nyoba terbang lepas di pinggir laut kaya gitu. Haha…

Dilihat-lihat tiap hari. Kok ngrasa ada yang beda. Kayaknya, lebih seru jadi si burung kecil. Hidupnya penuh tantangan. Coba bayangin… Untuk si elang, perburuan ini hanya urusan makan siang. Buat si burung kecil, ini urusan hidup mati, bahkan bisa jadi menyangkut hajat hidup anak-istrinya (apalagi di kasus ini, si burung kecil ‘berhasil’ jadi makan siang). Coba banyangkan lagi, betapa puasnya jika si burung kecil berhasil lolos dari elang yang besar. Dan bandingkan berapa kepuasan yang didapat elang bila berhasil menyergap si burung kecil. :D

Nah, kalau sampeyan, milih yang mana?


Filed under: Cerita Hari Ini Tagged: elang, makan siang, tantangan

Obral Remisi Untuk Koruptor

Jawa Pos, 19 Agustus 2010 SIAPA yang paling gembira menyambut hari ulang tahun ke-65 Kemerdekaan Republik Indonesia sekarang ini? Jawabannya, tentu seluruh rakyat Indonesia. Namun, ada yang lebih bahagia, yakni para koruptor. Bagaimana tidak. Sebab, pada hari itulah para koruptor menikmati sejumlah pengurangan masa hukuman atau remisi. Sebagaimana diberitakan bahwa 341 koruptor mendapat remisi dalam [...]

Gerbong Wanita? Semoga Cewek Banget

Hari ini PT KA resmi mengoperasikan gerbong khusus wanita untuk rute KRL Jakarta-Bogor. Gerbong yang diletakkan saling berjauhan ini (masing-masing di ujung depan dan belakang) didandani penuh dengan warna ping. Mungkin maksudnya agar terlihat lebih feminin.

Menurut hukum positif Indonesia, haram hukumnya bagi laki-laki untuk menginjakkan kaki di gerbong ini (mungkin Pak Kondektur dapet kompensasi kali ya). Suami pun tak diijinkan menemani istrinya di gerbong ini. Bila mau naik kereta berdua, ya silakan pakai gerbong umum. MANTAB JAYA!!!

——fles bek 5 tahun yang lalu——

Dua orang pemuda (hampir) gelandangan naik KRL Jakarta-Depok untuk nyari koskosan di daerah Salemba. Seumur-umur belum pernah naik kereta dalam kota, kaget juga 2 pemuda ini dengan kesempatan yang ditawarkan si ular besi di pagi hari. MBATI…! Ya, kesempatan, atau lebih tepatnya terpaksa mbati. Nyaho, mbati teh naon? Oke, saya jelaskan sebentar.

Mbati berasal dari Bahasa Jawa, bati yang artinya mengambil untung. Secara istilah -yang digunakan oleh teman-teman sebaya di kampung halaman-, mbati berarti tindakan laki-laki yang mengambil untung dari perempuan -untuk hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas.

Sepanjang jalan, si pemuda 1 berpikir tentang ‘kesempatan’ yang ditawarkan, tentang terancamnya hak-hak wanita di kolong besi ini. Dia berazam, tak akan pernah memperbolehkan adiknya (belum mikirin istri, maklum waktu itu masih bujang) naik KRL di jam-jam sibuk. Di sebelahnya, pemuda 2 sibuk mencari pegangan. Entah apa yang dipikirkannya saat itu. Yang jelas, saat turun di Cikini dia langsung bilang, “Parah, Pek!

——back to the future current time——

Saya berharap dan berdoa, langkah penyediaan gerbong khusus ini akan lebih menjaga kehormatan wanita … dan semoga segera tidak ada lagi kegiatan mbati di transportasi umum, walau hanya terpaksa.

Gerbong wanita sudah dimodif agar terkesan ‘cewek banget’. Tinggal penumpang laki-lakinya, apakah cukup jantan untuk tidak egois dengan memaksa naik gerbong kaum hawa. Dan tentu saja, semoga petugas pelaksana KRL juga cukup disiplin menjaga gerbong wanita agar tetap untuk wanita.

Nah, buat yang ngaku laki-laki, sudah jantankah kita untuk tidak egois dan siap membantu pelaksanaan gerbong wanita ini?

|
|
Jadi ingat kereta ekonomi Surabaya-Jakarata.


Filed under: Opini Tagged: gerbong wanita, krl, krl jabodetabek

Pilih Mana?

Beberapa waktu lalu, foto detik-detik perburuan elang botak bondol ini sempat populer. Sebagai penggemar kehidupan liar dan burung-burung pemangsa, lihat foto ini kaya anak kecil dapet es buah di bulan puasa . 1 menit kemudian, 1 foto sudah bertengger di wall paper komputer saya. Elange keren, Rek! Sekali-sekali pingin nyoba terbang lepas di pinggir laut [...]

Two Semesters…Done!

Kalian salah kalo mengira penulis blog ini sudah tak pernah menulis lagi :P Tak terasa gue sudah menempuh 2/3 perjalanan di CMU dengan berakhirnya semester kedua. Seperti yang gue expect, semester kedua jauh lebih menarik dan menantang dari semester pertama. Berat memang ketika dijalani, tapi gue puas karena bisa belajar banyak.

Satu hal yang terasa di semester ini adalah dominannya mata kuliah yang memberikan tugas akhir dalam bentuk proyek kelompok. Mata kuliah E-Business Technology and Management dan Entrepreneurship termasuk dalam kategori ini. Sementara Information System Project memang berupa proyek IT yang dikerjakan untuk klien di luar kampus. Semua mata kuliah ini memberi kesempatan bagus buat gue untuk merasakan dinamika bekerja sama dengan personel multibangsa. Dan yang namanya dinamika memang benar-benar penuh warna. Gue merasakan bagaimana sebagai seseorang dengan pengalaman kerja cukup lama di team based engagement model EY, gue bisa lebih berperan dalam mengelola tim.

Pelajaran menarik lainnya dari mata kuliah EBTM dan Entrepreneurship adalah exposure ke dunia startup di Adelaide. Ini karena memang proyek akhir dua mata kuliah ini menuntut mahasiswa untuk membuat business plan dan proof of concept untuk sebuah ide startup. Beberapa kali dosen mengundang wirausaha IT lokal untuk berbicara sebagai dosen tamu. Dalam satu kesempatan, dosen itu juga mengajak kelas untuk mengunjungi inkubator bisnis biotechnology milik Pemda South Australia. Mmmm yang paling mengusik gue adalah kenyataan bahwa sepertinya di Adelaide, hubungan antara riset kampus, industri, dan pemerintah sepertinya natural sekali. Kerjasama produktif ini menghasilkan banyak startup2 industri padat ilmu seperti IT, Biotech, Microelectronics yang gue liat secara bisnis sangat sustainable, sekaligus berkontribusi cukup lumayan untuk ekonomi South Australia. Bagaimana pola hubungan seperti ini bisa dibawa ke Indonesia ? (seperti gue alami dengan rekan Mirta Amalia, diskusi tentang pertanyaan ini membutuhkan pembahasan panjang)

Gue juga ingin ngomong lebih banyak tentang mata kuliah IS Project. Seperti yang sempat gue singgung, mata kuliah ini adalah kesempatan bagi sekelompok mahasiswa CMU untuk mengaplikasikan ilmunya untuk masalah dunia nyata. Melalui networknya di industri, pemerintah, atau NGO, biasanya dosen CMU membuat ruang lingkup proyek yang kemudian ditawarkan sebagai IS Project yang harus diselesaikan dalam waktu 12 minggu.

Proyek yang kemarin tim gue kerjakan adalah IT Strategy Development Facilitation untuk sebuah NGO lokal di Adelaide. Yup, ngeliat judulnya aja pasti udah pada tahu kalau proyek ini gue banget :) . Gue bersyukur karena bisa mengerjakan proyek yang sesuai dengan spesialisasi dan pengalaman gue. Tentu saja banyak adjusment yang harus gue lakukan untuk klien IS Project. Tidak seperti biasanya, klien gue kali ini adalah NGO lokal yang ingin dapat masukan tentang strategi IT yang bisa mendukung bisnis mereka di masa depan. Satu hal yang gue akan selalu ingat dari pengalaman proyek ini adalah betapa NGO seperti klien gue sangat menghargai bantuan keahlian khusus yang mereka tidak miliki. Mungkin karena buat mereka yang sumber dayanya terbatas akses ke keahlian lebih sulit jika dibandingkan perusahaan2 besar. Gue jadi terpikir untuk bisa merasakan kerja seperti ini lagi di Indonesia, mengajak teman2 menyisihkan waktu untuk proyek pro bono untuk lembaga non profit. Percaya deh, ada kepuasan tersendiri bisa memberi manfaat untuk lembaga-lembaga yang berjuang ngebenerin satu masalah di dunia.

Mata kuliah lainnya yang gue ambil semester ini adalah Internet Tchnologies, yang memaksa gue mengatasi rasa takut akan coding :P Kemudian Strategic Presentation Skills, yang dosennya guru vokal newscaster stasiun ABC, dan membuat gue untuk pertama kalinya belajar presentasi dari sisi vokal selain sisi konten. Selain dua itu, yang terakhir adalah Heuristic Problem Solving, mata kuliah unik yang menggunakan metode Puzzle Based Learning untuk mengajarkan problem solving.

It’s been a tremendous semester. Kalau melihat jadwal, sepertinya semester depan akan lebih menarik lagi dari semester ini. Yeaa, one more to go!


Puasa & Merdeka

random things about Ramadan & HUT RI 65

  • quotes dari kaskus : Setiap Agustus rakyat bingung, kita sudah merdeka atau belum?
  • Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 terjadi di bulan Ramadan. 17 Agustus 2010 juga
  • Sepertinya lomba & perayaan kemerdekaan ga serame tahun lalu. Mungkin wajar karena bulan Ramadan
  • Sepertinya tarawehnya juga ga serame tahun lalu? (Lha ini yang ga wajar)
  • Sholat taraweh di Salman jadi lebih “cepet”
  • Upacara bendera digital? ah,, sangat cocok untuk orang-orang malas, lagi puasa, ga mau kepanasan, ga mau capek, ga mau haus, dan ga mau ketinggalan ngepesbuk. seperti saya misalnya http://www.indonesiaoptimis.org/
  • #indonesia65
  • Ramadan menargetkan jadi mayor di Mesjid Salman ITB? dulu sempet beberapa hari. sekarang dah di ousted lagi :D . Harus lebih rajin lagi nih main-main ke mesjid :)
  • TA. akhirnya dimulai juga :D ,, setelah menyelesaikan bab niat selama satu setengah tahun :D
  • hah,, kenapa malam sebelum kemerdekaan malah :ngakak ngeliat hashtag #unpadvsitb
  • Puasa sekarang jadi jarang ikut tajil gratisan. hehe,, udah sedikit lebih “tau diri” lah :D
  • euh,, apa lagi ya? udah deh gitu dulu. mau menikmati malam ini :)

(image dari google.co.id di HUT RI 65)


Filed under: diary, things Tagged: Indonesia, merdeka, puasa, ramadan

Trailer: Facebook the Movie, Youtube the Movie, Twitter the Movie

Apa jadinya kalau Social Networking dijadikan inspirasi Film? cekidot these 3 trailers:

Facebook The Movie – “The Social Network”

Youtube Movie – The Video Website

  • “I’m talking about taking the entire humiliating experience of home videos and putting it online.”
  • “We don’t have enough videos of adorable laughing babies.” “Then find more! This is my shot”
  • “The keyboard cat wants more money.”
  • “You don’t get to 500 million subscribers without making a highly fictionalized movie”

Twitter Movie – Rated Awesome

  • “I need to create a way to blog that is as random and incoherent as writing on a bathroom wall.”
  • “The Fail Whale is showing up! — No, what is the Fail Whale? Why do you always go limp when we have fights.”
  • “If you put a ‘tw’ in front of any word it makes it infinitely cooler. Check this out: hey, can I get a twhiskey?”
  • “If Twitter is as useless and as boring as they say it is, then somebody would have tweeted it.”

Okey,, 2 video yang terakhir memang ‘agak’ aneh. Karena memang yang bakalan jadi film cuman yang nomer 1, sisanya trailer film parody aja. haha,, . Tapi sepertinya FB the Movie terlalu didramatisir, mungkin lebih seru nonton yang twitter the movie kali yak, trailernya kocak :lol: .

Berikutnya apa lagi nih? Google the Movie? Kaskus the Movie :mrgreen::ilovekaskus


Filed under: ICT, Review Tagged: facebook, movie, social networkin, trailer, twitter, youtube

Menampilkan Tombol Tweet (Tweet Button) di wordpress.com

Ingin dengan mudah men-share sebuah artikel dari blog wp.com ke twitter? Pakai saja tweet button

Belum lama ini twitter secara resmi mempublish tweet button versi twitter sendiri (cek di [postingan ini]). Dengan tombol ini, pembaca dapat dengan mudah men-share postingan dari berbagai situs (termasuk dari blog wordpress.com) melalui twitter, dengan url yang sudah disingkat (http://t.co/s1nGk4tAn) . Jadi kita ga perlu repot-repot buka twitter lagi, terus memendekkan url nya via situs lain (bit.ly, pendek.in, dan sejenisnya), baru dicopy lagi ke twitter dan dibumbui sedikit komentar. Sekarang tinggal pencet tombol tweet, lalu akan muncul jendela pop-up.

Cara menampilkannya?

Nah, sekarang bagaimana cara menampilkannya di wordpress.com. Caranya ialah sbb:

  • Masuk ke bagian “appearance” >> “extras”
  • centang di bagian yang diperlukan
  • klik “update extras”
  • Nanti di setiap post akan muncul tombol tweet di bagian bawah

.

Untuk situs lain selain wordpress, cara menampilkan tweet button ini tinggal meyisipkan code script yang ada di [halaman ini].

Analisis lain: (haiah kayak lagi TA aja)

  • Kelebihan lain dari tweet button ini ialah setiap tweet yang dilakukan oleh pembaca dari postingan kita dapat kita pantau. Kalau tanpa tweet button khan ga ketauan berapa banyak postingan kita yang tersebar di twitter. Walaupun dari pengamatan pribadi sepertinya masih agak bermasalah untuk melihat persebaran tulisan kita di Twittersphere.
  • Url penyingkat yang dipakai adalah t.co , bukan wp.me yang biasa dipakai wordpress

______________

_________

Cara kerjanya dapat melihat video berikut

New Twitter “Tweet Button” For those of you who have been dreaming of an easier way for your readers to share your posts on Twitter, that day has come. We’re pleased to announce that we’ve added an official Tweet Button as an option for all WordPress.com blogs. How it works: When one of your readers hits the Tweet Button, they will be shown a popup that includes a shortened link to your post. Readers can add in a quick message, and then hit “Tweet” to send the post to thei … Read More

via WordPress.com News


Filed under: Tutorial Blog Tagged: tweet button, twitter

Menguji Gubernur BI

Koran Jakarta, 13 Agustus 2010 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya secara resmi menetapkan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Walaupun diberikan banyak catatan terkait dugaan keterlibatannya di skandal Bank Century, namun, Darmin Nasution berhasil terpilih secara aklamasi di Komisi XI. Semua fraksi partai politik di DPR menyetujui pemilihannya. Tugas berat tentunya sudah menanti Gubernur [...]

ramdhan in love

very special this ramadhan. i have a beatiful wife who always near me. we learn together, about islam, read qur'an, walk together, and we bulid family fondation in our new house. although little house, but there is so romantic house with flower and aglonema plant.

also we discuss abaout our bisniss and how ilve in the future. how will we contribute to society and country because we agree to be part of indonesian success.

of course, we do not forget to pray to Allah....

this ramadhan so special for us...

hopefully we can do it... amin 

and inspire all of you that read my note...