Macet Pasca Hujan,. -_-

Senin (08/03/10) siang, kawasan Jakarta SeLatan sekitar Semanggi dan Sudirman diLiputi awan mendung yang cukup geLap, namun ternyata hanya berujung pada hujan ringan dengan durasi yang tak terLaLu Lama,.

Beberapa rekan yang menempuh waktu istirahat dengan makan siang keLuar kantor pun dapat bernafas Lega karena akhirnya tidak perLu berbasah ria ataupun berojek payung ria menembus hujan,. :-D

Sore hari menjeLang waktu puLang, Langit menunjukkan gejaLa serupa dan memang beberapa Lokasi sempat diLanda hujan ringan. Namun, karena tidak terjaid hujan Lebat, rekan-rekan pun berhamburan puLang ketika jam kerja usai, dengan harapan tiba di rumah tanpa perLu menderita basah di jaLan,. :-)

Sayangnya, ruas jaLan antara kawasan Mampang Prapatan hingga Departemen Pertanian mengaLami kemacetan parah sore itu, perbandingan waktu tempuh yang biasa dapat diLaLui sekitar 30 menit, harus ditempuh seLama hampir 90 menit, itu pun dengan meLaLui sejumLah jaLur tikus dan trotoar jaLan,. :-D

Asap kendaraan dan suara kLakson pun menjadi haL yang sangat Lumrah, bahkan teriakan-teriakan penuh ketidaksabaran pun bergaung di peLosok jaLanan,. :-D

Bahkan, hingga maLam hari ketika akhirnya diri ini bersiap menuju rumah, masih juga terjadi kemacetan di ruas jaLan tersebut, yang entah apa penyebabnya, sehingga Lebih memiLih meLewati rute Pancoran-Pasar Minggu yang ternyata memang Lebih Lancar,. :-D

WeLL, traffic jam is simply naturaL in Jakarta,. -_-


Presensi via EDC,. ^^

Tentunya memiLiki rekening suatu bank wajib hukumnya bagi karyawan yang bekerja pada bank tersebut, haL ini puLa yang mendorong pembuatan rekening di Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank tempat bekerja di JaLan Nusantara Raya Depok sekitar 2 pekan LaLu,.

aLasan di baLik pemiLihan KCP tersebut ketimbang membuka rekening Langsung dari kantor pusatnya adaLah karena Lokasinya dekat dengan rumah sehingga mudah dijangkau,. :-)

aLhasiL, pembuatan ATM dari KCP ternyata memakan waktu 2 pekan, berbeda dengan ketika membuat Langsung di kantor pusat yang hanya sekitar 15 menit, sehingga si ATM baru sahaja seLesai Kamis (04/03/10) dan untungnya proses pengambiLan ATM dapat diwakiLkan oLeh Ibu dengan membawa KTP dan KK asLi,.

Konsekuensi tak Langsung dari masa pembuatan ATM tersebut adaLah proses pengisian daftar hadir yang seharusnya dapat diLakukan menggunakan EDC (Electronic Data Capture) dengan meng-gesek kartu ATM, beLum dapat diLakukan dan diri ini bersama seorang rekan Lain yang juga bernasib sama (dia membuka tabungan di Unit Kerja bank di dekat rumahnya) menggunakan kartu untuk pengisian daftar hadir,.

Kami berdua menamakan diri tim cekLok karena setiap pengisian daftar hadir meLakukan cekLok dengan si kartu dan harus ke Lantai 3 dahuLu, sebeLum akhirnya menuju Lokasi kerja di Lantai 5,. :-(

Entah jodoh atau kebetuLan beLaka, saia dan si rekan tadi ternyata ditempatkan pada bagian yang sama pada divisi tempat kami berada,. :-D

Keesokan hari seteLah ATM jadi, kami Langsung mendaftarkan nomor kartu ATM agar dapat segera menggunakannya untuk pengisian daftar hadir. Namun, karena ketika itu adaLah hari Jum’at, sehingga baruLah pada hari Senin (08/03/10) di pagi harinya dapat menggunakan mesin EDC untuk pengisian daftar hadir,. :-D

WeLL, new day, new spirit,. :-D


Back OnLine,. ^^

SeteLah nyaris 1 tahun sejak postingan terakhir di bLog ini, akhirnya mencoba untuk kembaLi memuLai kebiasaan menuLis yang sempat terhenti,. :-D

Sebenarnya memang teLah Lama ingin memuLai kembaLi, hanya saja masih minim motivasi, sampe akhirnya Jum’at (05/03/10) beberapa rekan menanyakan soaL bLog dan kembaLi termotivasi untuk menuLis Lagi,. :-)

Posting kaLi ini sekedar update informasi, dimuLai dari Lingkungan kampus ITB yang sejak Sabtu (18/07/09) resmi menjadi aLmamater dengan disematkannya geLar Sarjana Teknik pada bagian akhir nama,. :-)

Segera seteLah itu, segera berpindah ranah tinggaL ke Depok dan hanya sesekaLi ke Bandung ketika ada momen tertentu di kampus, seperti wisuda ITB Oktober 2009 dan sejumLah acara waLimahan rekan seperjuangan, sepermainan dan seperkuLiahan,. :-D

Kini, Lingkungan yang dihadapi sehari-hari adaLah Lingkungan kerja di Bank BRI, beraLamat di JaLan JenderaL Sudirman, Jakarta SeLatan, dekat dengan pLaza Semanggi,. :-p

WeLL, new environment, new friends, new chaLLanges,. :-)


Mengenang Ibu Betrianis, Dosen Teknik Industri, Univ Indonesia

http://www.facebook.com/notes/arip-muttaqien/mengenang-ibu-betrianis-dosen-teknik-industri-univ-indonesia/341081242854 Selasa pagi sekitar jam 2 CET (Central European Time) saya bangun dan membuka Facebook. Mata saya tertuju pada sebuah pesan dari Group Alumni Teknik Industri. Sebuah pesan singkat yang tidak terduga. Pesan ini dikirim oleh Pak Dachyar: Kami keluarga besar Teknik Industri UI sedang berduka : Ibu Betrianis (salah satu dosen di TI ) telah berpulang [...]

Mengusut Korupsi Pajak

Suara Pembaruan, 25 Februari 2010 Satu lagi skandal hukum terungkap ke permukaan. Ditengah hiruk pikuk skandal bank Century, Direktorat Jenderal Pajak melansir nama-nama perusahaan yang mengemplang pajak. Diantara perusahaan tersebut terdapat beberapa perusahaan yang terkait dengan politisi. Masalahnya semakin komplek ketika kasus pajak ini dikait-kaitkan dengan urusan politik pansus century di DPR. Sesuatu yang harusnya tidak [...]

Sulitnya Nyari Profil Akademisi di Indonesia

http://www.facebook.com/note.php?note_id=336216787854 Alkisah, hari ini saya tiba-tiba dapat message via Yahoo Messenger dari seorang teman di luar Indonesia. Teman ini orang Indonesia juga yang sedang kuliah di sebuah negara sahabat Indonesia. Intinya, dia minta tolong untuk mencarikan alamat email beberapa dosen di Indonesia. Kebetulan yang bersangkutan sedang mencari profil dosen dengan penelitian topik lingkungan. Kondisi ini brarti, saya [...]

Kemal Stamboel Talked about Career

Iffan Fanani (Former PwC Consultant) Mr. Kemal Azis Stamboel, former Senior Partner of PwC Indonesia shared his views about “doing career at corporation” on an informal session some weeks ago. Pak Kemal, we call him, is authorized to talk about this topic since he already proved his success in his career. “Mr. Kemal is a nice person” [...]

Tanah Air – Ibu Sud

Filed under: Kisah Hidup

Sebungkus Tisu itu .. (3)

Ku menunggu dan penantianku tak sia-sia. Beberapa hari, lebih tepatnya beberapa bulan ini ia datang dan menepati janji. Walau sesekali terkadang sosoknya tak muncul di halte ini, yang tak pernah kutanya kenapa. Karena pertemuan dengannya menghapus berbagai pertanyaan di benakku. Kami saling bercerita banyak hal tentang mimpi, harapan, Indonesia, dunia dan juga Islam. Ia banyak bertanya pada ku tentang ihwal keagamaan.

"wow.. kamu dari pesantren?? gak keliatan bekasnya ya?? hehe.. "
" haha..ada nih, mau liat? bekas tato kayak di kuil shaolin gitu, tulisannya, mantan anak pesantren, huuuh.. dasar nih anak, ngeledek aja",
"hehe.. abisnya gaya mu itu gak sesuai sama streotype saya tentang anak pesantren loh..kamu tuh beda," Terselip sedikit kekaguman dari wajahnya, entah benar atau tidak, tapi bagiku itu sudah cukup membuat hatiku berbunga.
"hm.. saya pengen sedikit banyaknya menjauhi pola dan kebiasaan ketika di pesantren, saya jengah dengan kehidupannya, saya pengen coba perpektif lain d...

Message dari Facebook : Sekulerisme ala Prancis

Note : Untuk posting di Facebook, silakan lihat http://www.facebook.com/note.php?note_id=330022222854 ======================================================================= Sebuah message datang ke Facebook rekan di Indonesia, aku jadi tergelitik untuk menjawab (saya meng-edit secara redaksional agar mudah dibaca dan menutup identitas) : Apa anda masih tinggal di Prancis saat ini? Saya sudah hampir 3 bulan lebih mencari informasi tentang mahasiswa di Prancis. Alhamdulillah akhir nya saya bisa [...]

Ketua Komisi I: RPM Konten Tidak Tumpang Tindih

Achmad Rouzni Noor II – detikinet Jakarta – Ketua Komisi I DPR-RI menilai Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia belum perlu dicoret dan tetap akan dilanjutkan pembahasannya karena dianggap tidak tumpang tindih dengan aturan lain. “Kami tidak melihat adanya tumpang tindih dengan UU ITE,” kata Ketua Komisi I Kemal Stamboel di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu [...]

2004-2006, PPSDMS

Jakarta, akhir Juni 2004 Aku memutuskan menunda kepulangan ke rumah orang tua di Madiun. Padahal sudah berbulan-bulan tidak pulang. Bukan karena aku sudah tidak ingin bertemu orang tua. Bukan pula aku sudah tidak kangen dengan mereka berdua.Namun selembar pengumuman yang ditempel di pinggir kampus ternyata mempengaruhi pikiranku. Pengumuman itu bertuliskan “PENGUMUMAN LOLOS SELEKSI PPSDMS” Wah, nanggung juga. Padahal [...]

REKRUTMEN BEASISWA PPSDMS NURUL FIKRI ANGKATAN V (2010-2012)

Sekilas PPSDMS PPSDMS adalah institusi non-profit, non-partisan, relijius, terbuka dan kebersamaan, yang memiliki visi: “melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman Islam yang komprehensif, integritas dan kredibilitas tinggi, berkepribadian matang, moderat, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara.” Saat ini PPSDMS memberikan beasiswa dan pembinaan bagi 162 mahasiswa terpilih di 7 PTN di 5 kota, yaitu Universitas [...]

[Tragis]Dilarang memakai jilbab oleh ayah sendiri

Dilarang memakai jilbab oleh ayah sendiri

Di suatu malam, Susi memutuskan bahwa ia akan mulai memakai jilbab mulai esok hari. Ia meminta izin terlebih dahulu kepada ayahnya. Namun, tak ia sangka ayahnya malah melarangnya. Berikut dialog yang terjadi antara keduanya:

Susi        : Pa, Susi ingin bicara…
Ayah     : Ada apa, sayang?

Susi      : Papa, aku ingin memakai jilbab mulai besok
Ayah      : Apa kau bilang, Susi? Papa ga salah denger nih?
Susi        : Aku ingin memakai jilbab, Pa…..
Ayah      : Papa tak setuju. Papa tidak ingin kamu memakai jilbab, Susi sayang.
Susi        : Pa, aku khan ingin tampil seperti teman-teman muslimah di kantorku
Ayah      : Tidak boleh, Susi. Pokoknya tidak boleh. Titik!

Susi        : Papa,, aku khan ingin menjaga kehormatanku. Makanya aku memakai jilbab (dengan nada memelas)
Ayah      : (Mulai emosi) Kehormatan apanya? Pokoknya papa ga suka kamu memakai jilbab. Apa nanti kata tetangga, hah?
Susi        : Pa, suatu saat setiap manusia harus berani untuk berubah. Tak peduli apa kata orang. Karena perubahan itu suatu keniscayaan bagi umat manusia. (dengan nada yakin seperti orator politik berbicara)
Ayah      : Susi, papa sayang sama kamu. Makanya papa melarang kamu memakai jilbab. Jadilah Susi seperti anak papa yang biasa yah sayang…..
Susi        : Tapi, paaaaa…
Ayah      : (tak acuh)

Susi        : Pokoknya Susi mulai pakai jilbab besok. Ga peduli papa mau ngomong apa
Ayah      : (Marah) KALAU KAU TETAP MEMAKAI JILBAB BESOK, JANGAN PERNAH KEMBALI KE RUMAH INI!
Susi        : (Tersentak kaget. Lalu menangis ke kamar) hiks.. hiks..

Ayah      : (Melihat anaknya menangis masuk ke kamar. Ia pun mengikutinya) Susi,,, maafin papa yah?
Susi        : Papa jahat! Kenapa sih papa melarang kebebasanku? Berikan Susi satu alasan kenapa papa ngotot tidak memperbolehkan Susi memakai jilbab!
Ayah      : Susilo, kamu ini khan laki-laki, makanya papa ga setuju kamu pakai jilbab……

Demikianlah kisah Susilo. Akhirnya ia  bertaubat dan memutuskan untuk tidak memakai jilbab. Setahun kemudian, ia bertarung melawan naga raksasa untuk membebaskan sang putri yang cantik dan berjilbab. Lalu ia menikah dengan putri cantik sholehah berjilbab itu dan hidup bahagia untuk selamanya. Sekian….

Hikmah kisah ini:

  1. jadilah anak yang penurut kepada orang tua
  2. jadilah ayah yang baik seperti ayah Susi
  3. kalau menangis sebaiknya di kamar, jangan di tempat umum
  4. carilah istri yang sholehah, cantik, juga berjilbab agar hidup bahagia selamanya
  5. hikmah lainnya silahkan dicari sendiri
  6. hmm,, apalagi ya? oia, hikmah tentang jilbab… ah, lebih baik cari sendiri juga


Filed under: auto-post, things Tagged: ayah, islam, jilbab, joke, susi

Ksatria Baja Hitam

Bagi yang kangen dengan masa lalu Ksatria Baja Hitam, silakan nonton mulai dari episode pertama. Selamat menikmati Filed under: Uncategorized

Subsidi Apartemen/Perumahan, CAF (Caisses d’Allocations Familiales)

Salah satu keuntungan studi di Prancis adalah kesempatan memperoleh CAF (Caisses d’Allocations Familiales). CAF disini adalah bantuan dari pemerintah Prancis alias subsidi. Subsidi tidak terbatas untuk warga negara Prancis. Warga negara asing berhak juga mendapat subsidi ini, asalkan sudah punya izin tinggal (carte de sejour). Sebenarnya tidak susah dapat CAF. Tapi tidak bisa juga dibilang mudah. Dari [...]

Menjadi Perguruan Tinggi “Masa Depan”

Jikalau ditanya mengenai perguruan tinggi (PT) idaman, mungkin setiap orang akan punya bayangan yang berbeda. Ada yang bilang perguruan tinggi idaman itu adalah universitas yang masuk list world class university. Sebagian bilang universitas yang kegiatannya melakukan riset terus-menerus. Ada yang (mungkin) bilang perguruan tinggi idaman itu ialah yang mahasiswa drop-out nya pun bisa jadi orang terkaya sedunia (sambil membayangkan jadi Bill Gates & Steve Jobs, kebayang juga Mack Zuckerberg yang ga lulus-lulus tapi duitnya udah bisa ngebail-out sepuluh Bank Century. Hehe). Ada juga sekelompok orang yang ketika ditanya “perguruan tinggi idaman”, maka jawabannya adalah “iTeBe! ITeBe! IiiiiTeBeeee!” (*sambil meneriakkan yell ala OSKM :D )

Tak mengapa mempunyai pandangan yang berbeda mengenai bagaimana mendefinisikan perguruan tinggi idaman. Namun pada dasarnya, PT yang baik ialah yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswanya – sebagai “konsumen” pendidikan di PT tersebut, serta dapat mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi; pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jika kita berbicara kriteria PT yang baik, akan ada banyak indikatornya. Pendidikan yang berkualitas, fasilitas yang memadai, dosen yang berkompeten, punya perpustakaan besar, biaya yang terjangkau, banyaknya beasiswa, kepastian pekerjaan setelah lulus, pendidikan hardskill & softskill untuk mahasiswa, dan lain sebagainya. Semua parameter itu dapat dibilang sebuah hal yang “kudu” ada di kampus manapun yang ingin menyandang predikat sebagai kampus favorit. Tapi untuk menjadi perguruan tinggi idaman, terbaik, spesial, maka PT haruslah memiliki sebuah “keunikan” tersendiri – sesuatu yang masih jarang ditemukan di kampus lain.

.

.

The Future University

Salah satu ide yang bisa disiapkan oleh kampus yang ingin menjadi kampus favorit adalah menjadikan dirinya sebagai “kampus masa depan”. Kampus masa depan menyiapkan dirinya untuk menghadapi situasi kebutuhan bangsa di masa depan. The Future University memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada saat ini untuk mulai disolusikan mulai dari level kampus. Beberapa kriterianya menurut saya ialah sebagai berikut:

Eco-Friendly Campus

Kampus masa depan adalah kampus yang ramah lingkungan dan hemat energi. Kita dapat membayangkan sebuah kampus hijau nan asri, di mana pejalan kaki dan pengguna sepeda lah yang mendominasi. Tidak seperti kebanyakan kampus di kota besar yang warganya ingin tampil mewah dengan menggunakan mobil pribadi untuk berangkat ke kampus. Jangan sampai perguruan tinggi malah menjadi kontributor utama polusi di kotanya. PT haruslah menjadi teladan pertama dalam permasalahan lingkungan & energi.

ICT Based Campus

Information & Communication Technology (ICT) akan terus menjadi teknologi yang berkembang pesat di masa depan. Perguruan tinggi haruslah segera tanggap menghadapi hal ini, jangan sampai malah “ketinggalan jaman”. Seminimalnya permasalah administrasi di kampus dapat mulai dikerjakan dengan IT. Bahkan jika memang cocok, e-learning bisa dijadikan metode pembelajaran yang cukup efisien di kampus.

Interaksi sosial warga kampus

Saat ini gap (kesenjangan) antar masyarakat semakin terlihat. Menurut saya, salah satu kriteria plus yang perlu dimiliki perguruan tinggi terbaik ialah adanya hubungan yang baik antara dosen, karyawan, mahasiswa, serta masyarakat. Jangan sampai ada salah satu golongan yang “sok jaim” dan merasa lebih tinggi daripada yang lain. Alangkah indahnya ketika rektor dapat duduk bersama mahasiswanya untuk makan siang bersama, juga suasana keakraban antara dosen dengan masyarakat sekitar kampus.

Kampus sebagai Community Development Center (CDC)

Peran kampus masa depan sebagai pusat pengembangan komunitas di masyarakat sekitar perlu ditingkatkan. Sebagian kampus sudah menerapkan hal ini melalui kegiatan kemahasiswaannya seperti kegiatan pengabdian masyarakat dari BEM maupun himpunan jurusan. Selain untuk membantu masyarakat sekitar, kegiatan CDC juga menjadi ajang latihan bagi mahasiswa menerapkan bidang keilmuannya sesuai jurusan masing-masing. Ada baiknya penyelenggara kampus (rektorat, dosen)juga ikut berpartisipasi dalam program CDC di kampus masa depan.

Research University

Melakukan kegiatan riset (penelitian) merupakan sebuah keharusan bagi PT sesuai tridharma perguruan tinggi.  Perguruan tinggi favorit Indonesia sudah selayaknya memiliki banyak hasil riset dan publikasi, jadi gelar profesor yang banyak didapat di Indonesia tak sebatas digunakan untuk kepentingan “ekonomi pribadi” saja, tapi juga untuk memperkaya kebendaharaan karya ilmiah di negeri ini. Selain banyaknya riset & publikasi ilmiah, satu hal yang perlu ditekankan lagi ialah asas kebermanfaatan dari hasil riset itu. Karena ada pula kampus yang melakukan banyak penelitian namun hasilnya tidak aplicable untuk diterapkan. Riset di sebuah kampus masa depan akan lebih baik jika bermitra dengan para stakeholder kampus; pemerintah, industri, maupun masyarakat.

University of Future Leaders

Poin terakhir yang ingin saya sampaikan mengenai kampus masa depan ialah fungsi utama sebuah perguruan tinggi untuk mencetak alumninya yang berkualitas, tak hanya sebagai “buruh” industri, namun juga sebagai calon pemimpin bangsa. Kampus terbaik adalah kampus yang mencetak para calon pemimpin masa depan di berbagai sektor: pemerintahan, swasta, dan masyarakat. Program-program seperti ini semakin marak terutama dilakukan oleh NGO, berupa program pendidikan “khusus” kepada mahasiswa untuk disiapkan sebagai pemimpin masa depan, seperti PPSDMS misalnya. Pendidikan di kampus ini menghasilkan alumni-alumni yang memiliki kapasitas bagus, bervisi strategis, memiliki komitmen pada moral dan agama yang baik, berintegritas tinggi, serta peduli terhadap bangsa dan negaranya.
Jikalau UII (Universitas Islam Indonesia) ingin menjadi perguruan tinggi favorit Indonesia, keenam hal di atas lah yang perlu dipenuhi.

.

.

Itulah definisi perguruan tinggi idaman menurut saya. Bagaimana dengan anda?

.

.

.

.

.

.

————————————–

Inspirasi:
- http://itb.ac.id
- http://ppsdms.org
– Link lain yang terkait langsung dapat di-klik pada artikel
NB:
-yang baca wajib komennnnnnn!!!!!
-artikel ini diikutsertakan pada lomba blog UII
-jangan lupa dikomen & dirate. bintang 5 yah kalo bisa :)

Filed under: opinion Tagged: Future Leaders, itb, Lomba Blog UII, Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman, Perguruan Tinggi Favorit Indonesia, Perguruan Tinggi Idaman, Perguruan Tinggi Terbaik, ppsdms, Universitas Islam Indonesia

Ini kampus apa tempat parkir sih?

Kesel ga sih ngeliat sekitar kampus kaya’ begini?
Kok kebanyakan kendaraan?
Pengen pamer atau apa?
Tau gak bandung tuh dah sesek?
ITB, yang katanya pengen jadi world class, tapi sama lingkungan sekitar aja ga perhatian
Berapa banyak energi fosil yang dibuang?
Berapa banyak lahan yang dibuat ga rapi gara2 pemandangan gini?
Berapa besar kemacetan yang ditimbulkan di jalan ganesha & tamansari gara2 ini?
Berapa banyak polusi yang diproduksi? Katanya mau jadi eco-campus? Mimpi kalii

antara TI - sunken
TI-Sunken

tamansari-sumur bandung penuh parkir mobil orang2 itb
Tm.Sari atas

dayang sumbi
Dayang sumbi

ganesha. dekat SR
Ganesha, dekat SR

Parkir SR. tampak dari luar
Parkir SR tampak dari luar

jalan skanda
Jalan Skanda

Boulevard aja jadi tempat parkir
Deket boulevard

parkiran di 4 labtek yang di tengah
Deket labtek IF

deket labtek IF
Deket labtek IF juga

dekat gku & gedung biologi
Depan biologi

sepanjang jalan di tengah2 itb
Sepanjang jalan

.

.

Dan masih banyak lagi lahan parkir lain yang tak terpublish di sini

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kalo dibiarin lama-lama Bandung jadi kaya’ gini gara-gara ITB:


Filed under: opinion, things Tagged: itb, kampus, macet, mobil, parkir

Internet kok disalahin????

Aku mengenalnya sudah sejak lama. Aku tahu ia bukan orang baik-baik, namun Ia begitu perhatian denganku. Aku merasa nyaman di dekatnya. Tapi, suatu saat kami harus berpisah. Hingga sekian tahun kemudian, facebook mempertemukan kami kembali. Ia tampak begitu gagah di fotonya. Aku pun tak mau kalah, maka kupamerkan foto-foto tercantikku. Tak lupa kami berchating ria setiap hari. Kami begitu akrab pada interaksi kami di dunia maya, seperti masa muda kami dahulu. Hingga suatu saat ia mengajakku bertemu di suatu tempat. Yang mana kejadian itu membuat diriku muncul di koran dan berbagai berita pada minggu depannya.

“Mawar (bukan nama sebenarnya), diculik oleh teman Facebook nya………..”

_____________________________________________

Aku seorang guru. Akumengajar di sebuah sekolah. Sekolah tempat ku mengajar adalah sekolah unggulan. Kami mengajarkan pelajaran matematika, biologi, fisika, dan berbagai pelajaran lainnya. Kami menyediakan fasilitas yang cukup untuk kebutuhan belajar untuk meningkatkan kualitas pelajaran sekolah kami. Namun ada satu yang kami lupakan, “pendidikan moral”. Maka dapat kulihat kelakuan murid-muridku yang nakal. Mendidik mereka seperti mendidik calon berandal, terlebih si 4 orang biang kerok itu. Mereka berbicara dengan orang tua, guru, bahkan dengan ustad sekalipun dengan menggunakan kata-kata kotor. Hingga suatu hari, aku tak sanggup lagi menahan emosiku dan melampiaskannya kepada keempat orang itu.

Keesokan harinya, tersebarlah print-out status facebook dari salah satu muridku dan dikomentari oleh tiga murid lain. Di sana tertulis namaku. Disebut-sebut sebagai orang yang ****** (dengan kata-kata kotor).

“Empat orang dikeluarkan dari sekolah setelah menulis  status facebook ……… “

_____________________________________________

Bayiku sangat lucu. Ia bagaikan malaikat yang menemani keluarga kami. Namun suatu saat, ada kamera dari seorang wartawan yang membentur kepala mungilnya. Tentu aku marah. Ia (sang wartawan) pun sadar, namun ia tak meminta maaf sama sekali. Maka malamnya kulampiaskanlah kemarahanku melalui media personalku.

Keesokan harinya…

“Artis X digugat wartawan karena melecehkan di twitter……..”

_____________________________________________

penjarakan internet

HERAN! Internet kok disalahin????????????? Moral bangsa yang semakin rusak malah dibiarin…….. :(

JANGAN PENJARAKAN INTERNET!!!!!


Filed under: Politikana Tagged: facebook, internet, peraturan menteri, permen, tifatul, twitter

Communications and information minister to visit Sweden

Minister of Communications and Information Tifatul Sembiring and House Commission I chairman Kemal Azis Stamboel are making a working visit to Sweden on February 11-13, 2010. First Secretary of the Indonesian Embassy in Stockholm Dody Kusumonegoro told the Antara in London Thursday (Feb.11) that the visit of the two Indonesian officials will foster the bilateral relations [...]